Beranda SPORTS

Legenda MotoGP Giacomo Agostini Rela Rekornya Direbut Rossi

133
Giacomo Agostini adalah pemegang rekor jumlah kemenangan terbanyak di MotoGP. (Robert Cianflone/Getty Images)

Sports, SUARA TANGSEL — Pebalap MotoGP terhebat sepanjang masa, Giacomo Agostini, mengatakan bahwa ia rela jika rekor jumlah kemenangannya dipecahkan oleh Valentino Rossi.

Agostini adalah pebalap asal Italia yang menjadi juara dunia 15 kali yang terdiri atas tujuh gelar di kategori 350 cc dan delapan di kelas premier 500 cc. Ia juga pemegang rekor jumlah kemenangan terbanyak sepanjang sejarah yaitu 122 kali (meski Agostini sendiri mengatakan bahwa rekornya adalah 123 kali).

Rossi saat ini memiliki 112 kemenangan di berbagai kategori yang ia ikuti. Meski telah berusia 36 tahun, Rossi masih menjadi pebalap papan atas dan kini memimpin klasemen MotoGP 2015, unggul 23 angka dari rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.

Rossi juga telah mengambil alih rekor jumlah kemenangan terbanyak di kategori 500 cc dari tangan Agostini.

“Saya masih memiliki beberapa rekor lagi yang masih bertahan. Valentino sangat dekat dengan rekor jumlah kemenangan di grand prix,” kata Agostini seperti dikutip dari Crash. “Sangat mungkin bahwa ia mengambil alih rekor tersebut.”

Agostini berkata bahwa dirinya ikhlas jika kompatriotnya tersebut mengambil alih rekor yang telah bertahan sejak 1972 tersebut.

“Tentu tak ada yang senang jika dikalahkan! Tapi saya lebih memilih jika seorang pebalap yang bagus mengalahkan rekor saya, dan saya harap ketika Valentino mengalahkan rekor saya, ia akan mengundang saya makan malam.”

Selain dalam perburuan merebut jumlah kemenangan terbanyak, Rossi juga mengincar gelar juara dunia ke delapannya di kelas teratas. Jika sukses, maka Rossi juga akan menyamai rekor Agostini dan menantangnya dalam perdebatan pebalap terhebat sepanjang masa.

“Sebenarnya sulit untuk menentukan hal tersebut karena kami melupakan John Surtees, kami melupakan Mike Hailwood, dan Tazio Nuvolari,” kata Agostini.

“Dan tidak mungkin hanya melihat statistik belaka, karena siapa yang memberikan emosi kepada penonton? Valentino, bukan saya. Dulu di masa dulu, saya yang melakukannya. Dua puluh tahun ke depan, orang lain.”

“Semua pebalap hebat adalah juara yang hebat.”

Sumber : CNN Indonesia