Pamulang, SUARA TANGSEL - Pulang kampung atau lebih popular disebut mudik merupakan tradisi tahunan umat muslim Indonesia, dilakukan jelang akhir Ramadhan setelah sebulan penuh berpuasa. Mudik juga telah berubah menjadi sebuah fenomena sosial dan ekonomi yang menyita perhatian banyak pihak baik pemerintah maupun swasta.
Ada adigium masyarakat Jawa yang akrab di telingan kita yaitu, “mangan ora mangan sing kumpul” artinya makan tidak makan yang penting kumpul adalah perilaku dan pitutur ala Jawa yang melandasi perilaku budaya mudik. Karenanya ada sebagai masyarakat terlihat memaksakan diri untuk mudik sehngga melalaikan keamanan dan kenyaman termsuk kesehatan selama mudik.
Untuk itu, dr. Mursida Syarifuddiin Sp.PD menyarankan kepada para pemudik agar lebih dulu beristirahat yang cukup sebelum berangkat mudik, karena jarak yang akan ditempuh saat mudik dipastikan cukup jauh, baik itu mudik lewat jalan darat, laut maupun udara.
Dokter RSU Kota Tangsel ini pun menyarankan, “beristirahatlah dulu selama 6 sampai 8 jam, makan dulu makan yang bergizi, lalu minum vitamin sehingga daya tubuh akan meningkat. Selain itu persiapkan juga obat-obatan standar seperti obat anti mabok (muntah), alergi, diare, pusing.”Tuturnya.
Sementara bagi orang-orang yang memiliki penyakit kronis degeneratif seperti diabetes, jantung, hipertensi, “sebaiknya berkonsultasi kepada dokternya sebelum berangkat mudik agar dapat diketahui layak tidaknya Si pemudik berangkat mudik, apabila boleh pergi jangan lupa membawa obat-obatan yang rutin dikonsumsi,” saran dr. Murisidah.
Selain obat yang menngkatkan daya tahan tubuh, bagi mereka yang mempunyai penyakit kronis sebaiknya minum obatnya secara teratur, karena kalau terkontrol tidak masalah. Kalau bisa berpuasa juga tdak masalah, asalkan kondisinya selalu vit alias stabil dan tidak mudah lelah, dan yang terpenting adalah harus tetap mengkonsumsi makanan yang hegenis, serta jangan lupa cuci tangan terlebih dulu sebelum makan , kalau tidak ada air usahakan disiapkan tisu basah, dan bila membawa bekal makanan jangan yang terlau berair agar tak cepat basi. Apabila makan di rumah makan, carilah rumah makan yang kebersihannya terjamin, dan jangan lupa harus banyak minum air putih sebayak 2 liter per hari.
Selama perjalanan, kata dr. Mursida, tidak boleh menunda buang air kecil karena kalau sampai menunda bisa terkena infeksi saluran kemih, dan apa bila menunggu keberangkat yang agak lama diusahan melakukan senam-senam kecil dengan mengerak-gerakan kaki, tangan,kepala agar peredaran darah normal kembali. Usahakan jangan sampai mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis karena bkin cepat lelah sehingga dapat menggangu konsentrasi, dan jangan juga makan makanan yang terlalu asin, itu bisa cepat haus sehingga menyebabkan dehidrasi .
Saran lainnya dari dr Mursida adalah, “apabila diperjalana nanti sudah merasa lelah, secepatnya harus istirahat, dan jangan terlalu dipaksakan karena bisa membahayakan diri kita dan orang lain. Karena kondisi yang vit jauh lebih penting untuk dijaga, jika kondisi sehat maka kita akan pulang kampung dengan keadaan tenang, aman, nyaman dan tentunya sehat, agar kita dapat berlebaran bersama sanak saudara yang ada di kampong, “paparnya .
Jurnalis : Abdul Rosyid


