Beranda BISNIS

Peran Woman-Tech Pluang dalam Memajukan Inklusi Keuangan Indonesia

606

Jakarta, SUARA TANGSEL – Platform investasi multi aset terkemuka di Indonesia, Pluang, menjadi salah satu pembicara dalam acara PE-VC Summit 2022. Pluang yang diwakilkan oleh Claudia Kolonas selaku Co-Founder Pluang.

Dalam acara tersebut, Claudi Kolonas membahas berbagai topik seputar layanan keuangan digital sebagai kunci inklusi finansial, termasuk ruang lingkupnya di Indonesia, tantangan regulasi, serta potensi pasar untuk platform perdagangan, khususnya dalam konteks jalur IPO baru.

PE-VC Summit 2022, diselenggarakan tepat pada hari International Women’s Day, 8 Maret hingga 9 Maret 2022 secara virtual, merupakan program tahunan bergengsi yang diusung oleh DealStreetAsia di Asia Tenggara, menghadirkan ragam panel discussions dengan investor-investor terbaik dari venture capital juga private equity dan startup-startup terbaik Indonesia yang berkembang pesat di pasar terbesar Asia Tenggara, yang dalam acara kali ini khusus membahas tentang transformasi ekonomi digital saat ini.

Masa Pandemi yang membatasi interaksi sosial masyarakat secara langsung ternyata menjadi peluang emas bagi layanan keuangan digital karena masyarakat mulai menggunakan platform ini secara masif tanpa perlu keluar rumah, terutama untuk berbagai aktivitas keuangan, mulai dari transaksi sehari-hari hingga investasi.

Indonesia sebagai kawasan yang menyumbangkan pasar terbesar di Asia Tenggara, saat ini mengalami lonjakan besar dalam penggunaan layanan tersebut yang pada gilirannya menarik minat investor internasional terkemuka untuk turut mendukung pertumbuhan sektor fintech termasuk platform wealth tech yang memanfaatkan gelombang adopsi pengguna yang kuat dalam layanan mereka.

Salah satu jajaran pendiri startup perempuan inspiratif Indonesia yang selalu gigih dalam menyuarakan inklusi finansial, Claudia Kolonas, Co-Founder Pluang, menyatakan, menjadi super apps investasi pertama di Indonesia adalah salah satu inovasi unik yang telah dilakukan sejauh ini.

“Saya ingat, dulu investasi adalah salah satu kegiatan yang jarang terjadi di Indonesia. Akses dan teknologi yang sulit menjadikan investasi merupakan hal yang dianggap hanya lazim untuk orang yang berkecukupan saja. Namun, kemajuan teknologi yang sampai ke Indonesia telah memunculkan perdagangan digital, platform digital, dan investasi digital yang akhirnya dapat mendemokratisasi keuangan dan investasi untuk semua orang,” tuturnya.

Keberadaan berbagai aplikasi layanan keuangan digital tersebut memicu meningkatkan jumlah investor ritel di Indonesia. Meskipun begitu, Indonesia masih memiliki potensi market yang lebih luas, terutama bagi investor ritel. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

pada Desember 2021, dari 270 juta penduduk di Indonesia, terdapat 7,5 juta investor di pasar modal. Jumlah investor pasar modal tersebut telah bertumbuh hampir 2 kali lipat sejak 2020 dan mayoritas investor baru berusia di bawah 40 tahun yang merupakan kalangan milenial.

Pluang menilai dalam ekosistem finansial, kita perlu bergotong royong dengan sesama pelaku di industri keuangan guna memperbesar partisipasi masyarakat dalam sektor finansial dan investasi.

Seiring dengan tumbuh pesatnya kehadiran startup sebagai implementasi dari teknologi yang menjadi katalisator untuk inovasi di era disrupsi digital, Claudia, sosok woman-tech startup tanah air menyampaikan bahwa, dalam ekosistem finansial ini kita perlu melakukan gotong royong dengan seluruh partner kita. Karena Pluang hadir disini untuk mendukung sektor perbankan dan pelaku finansial lainnya, juga dengan melihat pelaku usaha lainnya sebagai calon partner untuk mengembangkan ekosistem keuangan Indonesia. Pluang sendiri hadir sebagai pelaku finansial teknologi di kancah investasi multi aset tidak hanya untuk 5 tahun ke depan melainkan untuk seterusnya.

Sosok woman-tech yang telah berhasil mengembangkan platform layanan investasi multi aset berbasis aplikasi ini, Claudia, turut merayakan Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day (IWD) yang juga merupakan hari ulang tahun Ibunya, sosok wanita tangguh yang sangat menginspirasinya.

“My mother is my inspiration and who keeps me believing that the sky is the limit for us women,” katanya, Selasa (15/3)

Claudia yang tumbuh dewasa dengan working-mom serta besar di keluarga yang berkecimpung di sektor finansial, membuat Claudia akrab akan dunia investasi sejak usianya 12 tahun. Bertepatan dengan kesempatannya sebagai pembicara dalam PE-VC Summit 2022, Claudia, menyampaikan dukungannya kepada IWD 2022 dalam kampanyenya dengan tema #BreakTheBias agar tidak ada lagi stereotip pada wanita.

Dalam kesempatan tersebut Claudia mengapresiasi seluruh wanita, khususnya bagi yang sudah bekeluarga dan menjadi seorang Ibu tetapi tetap bekerja juga mengurus keluarganya. Perlu diingat, wanita pun dapat aktif dan mandiri dalam melakukan pekerjaan yang mereka sukai selama masih bernilai positif.

Peran woman-tech semakin meningkat jumlahnya bahkan tidak sedikit yang mengisi posisi strategis dalam level eksekutif di beberapa perusahaan startup. Menurut survei global yang melibatkan 21.980 perusahaan dari 91 negara menyebutkan bahwa kehadiran perempuan dalam posisi kepemimpinan perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dalam hal peningkatan profit.

“Tanpa disadari, bias pada kaum wanita yang seringkali membuat mereka sulit untuk mengambil keputusan untuk bekerja runtuh dalam sektor digital ini, melihat industri startup sangat dinamis dan fleksibel, sehingga dapat memberikan kesempatan kepada perempuan untuk masuk ke labor market. Selain melihat pesatnya pertumbuhan sektor digital untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi perempuan agar bisa berpartisipasi lebih di sektor ini, tren pertumbuhan layanan keuangan digital juga dinilai menjanjikan untuk potensi pendanaan berkelanjutan,” tegas Claudia.

Pertumbuhan investor ritel dari generasi milenial dan zilenial yang semakin meningkat di Indonesia, membuat para perusahaan startup (khususnya decacorn dan unicorn) Indonesia membuka sahamnya untuk publik secara lokal. Meskipun begitu, strategi yang tepat untuk mendukung keberlangsungan sebuah bisnis sangatlah diperlukan sebelum membuka saham untuk publik.

Pada kesempatan tersebut hadir juga para pembicara lainnya yakni Vincent Henry Iswaratioso selaku Co-Founder & CEO Dana, JJ Ang selaku CFO GudangAda, serta Tushar Roy selaku Partner SquarePeg Capital sekaligus menjadi moderator pada sesi ini. Ketiga narasumber sepakat menekankan bahwa memiliki analisis rasio keuangan merupakan hal utama yang perlu
diperhatikan dalam dunia bisnis, terutama bagi manajemen, investor dan calon investor.

Ketiganya percaya dengan fundamental keuangan perusahaan yang baik akan membuat sebuah bisnis bertahan untuk jangka waktu yang lama. (Red)