Beranda HUKUM & PERISTIWA

Penggiat Sosial Ria Anggrya Minta Pemerintah Tutup Permanen Traffic Light Transyogi Cibubur

1371

Jakarta, SUARA TANGSEL – Buntut dari kecalakaan maut yang menelan banyak korban jiwa yang disebabkan oleh Truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, pada Senin, 18 Juli 2022 lalu mengundang reaksi dari berbagai pihak. Terutama dari warga sekitar wilayah Cibubur.

Penggiat Sosial Ria Angria warga Cibubur, sekaligus penyanyi, Founder Terapi Mitra Anakku akhirnya buka suara. Dirinya mengaku bahwa pada saat kecelakaan maut itu, Ia berada dalam antrian panjang kendaraan di Jalan Transyogi Lampu Merah CBD. Namun Ria mengetahui peristiwa maut tersebut melalui Sosial Media.

“Awalnya kan saya keluar dari rumah tuh, mau pergi ke arah yang itu. Itu macet total, itu total ngga bisa bergerak kita. Terus di group-group WhatsApp dan Instagram semua kok pada Nge Up itu ya. Jadi akhirnya saya buka ternyata ada kecalakaan di situ. Parah banget,” tutur Ria Angria di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

“Jadi kejadian kecelakaan di jalan Transyogi Cibubur kemarin, tepatnya yang di lampu merah CBD itu, harusnya sih menjadi Evaluasi berbagai pihak ya. Pemerintah, Kepolisian dalam penanganan rekayasa dan pengaturan lalulintas jalan. Nah Dishub juga ya kan,” sambungnya.

Ria sangat menyayangkan dengan kejadian yang banyak menelan korban jiwa itu.

“Apalagi kejadian kemarin itu kan memakan korban jiwa ya, ngga sedikit loh, banyak. Itu kejadiannya udah yang kalau ngga salah tuh, yang kedua kali ini ya kecelakaannya. Yang dulu sudah pernah kecelakaan, tapi memang ngga seperti ini ya,” ungkap Ria.

Ria mengatakan, yang kemarin tuh banyak banget dan fatal banget gitu loh. Bisa orang lagi berhenti semuanya di tabrak kayak gitu, aduh luar biasa ya kan. Memakan korban jiwa banyak.

“Nah saya sebagai warga Cibubur dan penggiat masalah Sosial di daerah Cibubur, saya merasa sangat prihatin dengan kejadian itu. Seharusnya ada kajian sebelum diputuskan tentang rekayasa lalulintas, sehingga resiko seperti kemarin itu ngga terjadi. Dan bisa di minimalisir,” ujar Ria.

Kemudian sambungnya lagi, kami sebagai warga Cibubur juga meminta kepada pihak terkait untuk melakukan Evaluasi secara menyeluruh. Atau bahkan kalau perlu menutup Traffic Light nya itu, dan ditutupnya itu permanen gitu.

“Jangan cuma sementara karena ada kasus ini di tutup, tapi nanti setelah kasusnya kalau sudah agak redup dia dibuka lagi. Mintanya permanen gitu,” sebut Ria.

Lebih lanjut Ria menyampaikan, kami kan udah buat Petisi juga warga Cibubur, bahwa dengan kejadian kemarin itu, kami minta Traffic Light disitu ditutup. Karena ngga worth it gitu, sangat berbahaya. Karena posisinya itu turunan gitu.

“Untuk masyarakat yang mungkin melewati jalan itu, sebisa mungkin kalau memang mau ke arah yang kesana, sebaiknya jangan lewat situ, putar balik aja ngga usah lewat Traffic Light itu. Ini menurut saya bahaya banget lah gitu, bahaya sekali. Itu udah memakan korban jiwa banyak loh, bukan cuma kemarin,” bebernya.

Yang pasti warga meminta bahwa ada penanganan secara khusus, maksudnya diperhatikan untuk kedepannya. Supaya tidak lagi terulang hal seperti kemarin. Jadi meminta lah kepada pihak-pihak yang terkait gitu ya, untuk melakukan evaluasi.

“Supaya membenahi jalan alternatif juga ini semua Cibubur, supaya juga selain itu Traffic Light di tutup. Supaya tidak terjadi hal-hal yang seperti kemarin. Dan juga kemacetan di Cibubur itu luar biasa parah gitu loh, biar supaya ada solusinya juga lah gitu,” imbuhnya.

“Sekarang walaupun sudah dibuat tol baru, tetap aja macet. Karena jalannya cuma dua arah alternatif gitu loh, yang keluar sama yang ke dalam ga ada jalan pilihan lain. Kalau ada jalan layang yang kayak di Antasari itu kan mungkin bisa mengurai kemacetan,” pungkas Ria.

(fhm79)