Beranda HUKUM & PERISTIWA

Hilangnya Plang Kuasa Hukum Bahtiar Laporkan PT ALM ke Polres Metro Bekasi

1388

Bekasi, SUARA TANGSEL – Sengketa lahan tanah seluas 3000M milik Bahtiar, tengah berdiri diatas lahan Perumahan Clouster Panorama Bekasi Residance, Jalan Satria Jaya, Bekasi, Jawa Barat dipertanyakan.

Pasalnya lahan tanah yang saat ini sudah di kelilingi pagar beton diakui telah memiliki sertifikat kepemilikan tanah. Sehingga Bahtiar selaku pemilik, memberikan kuasa kepada saudara Tommi Wijaya dan Tim.

Kemudian Tommi yang ditunjuk oleh Bahtiar sebagai ketua tim, di perintahkan untuk memasang Plang pemberitahuan. Namun belakangan diketahui Plang tersebut menghilang, diduga ada yang mencuri.

Dari situlah Tommi Wijaya didampingi kuasa hukum, melaporkan tindakan pencurian tersebut ke Polres Metro Kabupaten Bekasi, pada Rabu, 20 Juli 2022.

Tommi Wijaya yang juga aktif sebagai ketua LSM Peran Rakyat Anti Korupsi (PERAK) Kabupaten Bekasi membeberkan, timbulnya sertifikat ini menjadi pertanyaan bagi kami, dimana bahtiar selaku pemilik belum pernah menjual belikan tanah tersebut.

“Jangankan jual, menerima uang saja belum. Yang tiba-tiba sudah dipagari beton,” jelas Tommi dalam keterangan yang diterima redaksi, Jum’at (22/7/2022).

Lebih lanjut Tommi mengatakan, merasa belum pernah melakukan jual beli, dari sanalah kami memasang Plang pemberitahuan, bahwa kepemilikan tanah tersebut milik Bahtiar. Bahkan SPTP dan PBB masih atas nama Bahtiar.

“Namun Plang tersebut hilang dan dicopot, sehingga kami memutuskan untuk membuat laporan polisi,” tegas Tommi.

Sambungnya lagi, kami sudah memberikan bukti-bukti ke penyidik siapa yang mencopot Plang tersebut. Dan biarkan aparat hukum yang bekerja.

“Kami dari LSM Perak Kabupaten Bekasi berharap, hukum dapat ditegakkan seadilnya-adilnya. Dan untuk PT ALM (Arya Lingga Manik) sebagai pengelola perumahan Panorama Bekasi Residance, agar dapat mentaati peraturan hukum yang ada,” imbuhnya.

Sementara saat di konfirmasi pihak management PT ALM melalui staff marketingnya yakni saudara Andre. Ia menjelaskan hanya sedikit mengetahui namun tidak mengetahui permasalahan sampai dimana.

“Saya hanya mendengar ada warga yang mengaku mempunyai surat kepemilikan tanah, namun saat kami pertanyakaan hal tersebut tidak bisa mereka berikan,” kata Andre.

Andre mengatakan, kalau mau informasi selanjutnya, abang datang aja ke kantor pusat.

“Karena di sana surat menyurat dan bentuk apapun terkait masalah perumahan, untuk saat ini tidak ada disini (kantor management satriajaya).” terang Andre.

Namun saat ditanya alamat kantor pusat yang dimaksud, Andre tidak memberikan secara rinci.

“Buka aja di google, ada kok bang,” tutup Andre.

(*/fhm79)