Beranda HUKUM & PERISTIWA

Viral!! Ibu Tukang Bubur yang Ditipu Oknum Polisi, Ucapkan Terimaksih kepada Kapolri

1543

Jakarta, SUARA TANGSEL – Korban kasus penipuan yang menimpa Ibu tukang bubur Sita Tri Utami warga Topeng, Kelurahan Kajen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sempat viral baru-baru ini, karena motornya digelapkan oleh oknum polisi. Hari ini mendatangi Bareskrim Mabes Polri, didampingi kuasa hukumnya Mukmin, SH.

Pada kesempatan tersebut, Mukmin mengatakan, bahwa tujuan kedatangan korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bubur ini adalah, semata- mata untuk penyampaian rasa terimakasihnya, kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit.

“Tujuan kami ke sini adalah sebagai kuasa hukum dari Sita Tri Utami selaku korban, untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri, yang cepat merespon terkait dengan laporan yang mangkrak hampir 1 tahun lebih,” tutur Mukmin, Selasa (4/1/2022) di lobby Mabes Polri.

Dia juga berharap agar laporan kliennya ini dapat dituntaskan, terlebih ada dua konteks persoalan, yaitu laporan dugaan penggelapan yang dilakukan oleh rekan korban, yang kemudian berlanjut kepada seorang temannya, yakni oknum anggota Polsek Cilincing, Jakarta Utara.

Kasus ini bermula ketika motor Sita Tri Utami digadaikan oleh temannya. Setelah dilunasi, ternyata motor tersebut berpindah tangan kepada rekan pelaku yang merupakan polisi di Polsek Cilincing.

“Bu Sita awalnya meminta tolong melalui chat WhatsApp kepada oknum polisi tersebut, sehingga beliau lah yang mengenalkan katanya kepada temannya untuk dimintai tolong atas masalah penggelapan sebuah motor tersebut,” jelasnya.

Dan pada 7 Juli 2020, motor berhasil ditemukan oleh MR, yang berprofesi sebagai polisi di Polsek Cilincing itu. Akan tetapi, motornya justru digelapkan lagi oleh MR. 

“Dan klien kami melaporkan ke Polres Jakarta Utara, berkenan fokus deliknya yang dikatakan oleh Polres Metro Jakarta Utara masuk pada wilayah Polres Bekasi, lalu dilimpahkan ke Polres Bekasi pada 21 September 2021,” paparnya.

Sementara itu, Sita Tri Utami menyatakan, agar Kapolri dan Kapolda metro Jaya menanggapi kasus video viral tersebut.

“Saya hanya seorang penjual bubur yang tidak dapat berbuat banyak, karena tidak ada relasi serta pengetahuan hukum. Makanya saya ke sini berkeinginan mengucapkan terima kasih dan saya juga terima kasih buat para media yang mengawal saya sampai saat ini,” tandasnya.

Sempat Viral. Seperti dilansir dari Merdeka.com, kisah pilu dialami seorang ibu penjual bubur, yang akhirnya melapor ke Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia melapor lantaran kasusnya mangkrak sejak tahun 2020.

Wanita bernama Sita Tri utami mengaku sudah melapor ke Polres Jakarta Utara, dan dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi. Namun hingga kini belum membuahkan hasil. Padahal dia sudah mengeluarkan banyak dana operasional.

Kasus itu berawal saat dirinya merantau ke Jakarta, karena terlilit ekonomi Sita pun menggadaikan motornya. Namun saat hendak diambil, justru dipersulit oleh anggota Polisi.

Mengadu Curhat ke Kapolri

Ibu penjual bubur, Sita Tri utami warga Topeng, Kelurahan Kajen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengunggah curhatannya kepada Kapolri Listyo Sigit atas kasus yang dialaminya.

Kala dirinya merantau ke Jakarta dari Klaten, ia terpaksa menggadaikan motornya Honda PCX seharga Rp6 juta. Sita gadaikan kepada seorang warga Babelan, Bekasi.

Saat hendak ditebus, Sita justru dipersulit dan hingga akhir 2021 ini motornya tak kunjung kembali.

“Dengan video ini saya mohon bapak Jenderal Listyo Sigit bisa mendengarkan apa yang selama saya alami. Dulu saya tinggal di Jakarta pak. Tapi ketika saya mengalami kesulitan, dan saat itu saya menggadaikan 1 unit Honda PCX sebesar Rp6 juta. Tapi ketika saya mau ambil motor itu, dipersulit,” kata Sita.

Terlibatnya Oknum Polisi

Lantaran tak mendapatkan motornya kembali, Sita pun meminta tolong kepada anggota Polisi. Namun nahas, motor yang sudah ditemukan justru dibawa oleh teman dari si Polisi.

Lalu motor milik Sita disalahgunakan dan digadaikan lagi tanpa kabar hingga kini.

“Di situ saya pernah minta tolong oleh salah satu anggota Polisi. Kebetulan pak Polisi itu mau datang bersama temannya. Dan di pertengahan jalan, motor itu sudah ketemu. Di tahun 2020, di situ saya sudah mengeluarkan uang untuk operasional, sudah tak kasihkan. Tapi ketika motor itu sudah ada, motor itu malah disalahgunakan, digadaikan sampai 2021,” papar Sita.

Melapor ke Kantor Polisi Tapi Tetap Buntu
Akhirnya Sita mencoba melapor ke Polres Jakarta Utara pada tahun 2020. Karena kejadiannya berada di wilayah hukum Polres Metro Bekasi, kasusnya pun dilimpahkan ke sana.

Meski begitu, tak ada kelanjutan sampai saat ini. Bahkan Sita meminta tolong kepada anggota TNI dan Polisi lain, tapi pelaku tetap tidak ada iktikad baik.

“Selama ini saya sudah minta tolong, dari Poma, Babinsa, sampai Koramil, sampai pak Danramil juga turun sama Polisi lain. Tapi di situ mentok pak. Sampai saya sudah bikin LP. Saya hanya meminta pertolongan, semoga saya bisa mendapatkan keadilan seadil-adilnya, dan hak saya pulang. Sampai orangtua saya rela menjual gabahnya untuk uangnya dikasihkan ke saya, dan bolak-balik Jakarta-Klaten mencari keadilan,” terang Sita.

“Andai oknum Polisi itu berani, pasti motor saya bisa balik. Tapi Polisi itu tidak mau terlibat lagi. Tahun 2021 sudah mau berlalu tapi tidak ada kejelasan,” pungkasnya.

Tak ayal video berdurasi 2 menit 29 detik tersebut mencuri perhatian publik. 

“Terimakasih, informasi tersevut sedang ditindak lanjuti oleh pihak Polres Metro Bekasi,” tulis @humaspolresmetrobekasi.

“Lagi-lagi oknum. Ini si oknum aja enggak takut sama peringatan kapolri apalagi orang lain. Ayo pak #kapolrilistyosigitprabowo benahi betul tu pasukan bapak yg enggak becus…biar citra polri baik di mata masyarakat..#bravopolri,” tulis @darma.oc.

“Ini yang disebut kalau melapor akan menyesal #percumalaporpolisi,” tukas @supriatna.wijaya.

“@kapoldametrojaya @kepalakepolisian_ri mohon ditanggapi untuk anak buah bapak 🤔🤔🤔,” tulis @bagusmufasir.

“@humaspolresmetrobekasi Semoga cepat terselesaikan kasusnya…,” komentar @masbambang_18.

Fhm