Beranda HUKUM & PERISTIWA

Sandy Tumiwa Akan Lengkapi Barang Bukti Untuk Polisikan Khalid Basalamah

1873

Jakarta, SUARA TANGSEL – Dengan berbekal Barang Bukti (BB), berupa potongan gambar dari Video pernyataan dalam ceramah tanya jawab Khalid Basalamah, tentang wayang dilarang Agama dan lebih baik dimusnahkan yang sempat Viral beberapa waktu lalu.

Aktor Sandy Tumiwa sekaligus Aktivis yang menjabat sebagai Ketua Humas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat (Ormas) Setya Kita Pancasila (SKP) didampingi oleh Ketua Umum DPP SKP Andreas Sumual, Ketua Harian DPP SKP Michael Kambong, OKK DPP SKP Recky Sengkeh dan beberapa pengurus serta anggota SKP lainnya telah membuat laporan polisi (LP) terhadap Saudara Khalid Basalamah di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa 15 Februari 2022 sekitar pukul 15:00 WIB.

Sandy Tumiwa menyampaikan, bahwa kemarin laporannya bukan ditolak, tapi ada kekurangan dari laporan dan pihak Kepolisian meminta kelengkapan dari Setya Kita Pancasila.

“Yaitu berupa legalitas organisasi. Hari ini kami bawa untuk kelengkapan laporan, dengan sangkaan melanggar Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 15 Undang-Undang Perhimpunan Hukum Pidana juncto Pasal 156 KUHP (bisa berubah),” tutur Sandy kepada Suaratangsel.com dalam rilis berita Humas DPP SKP melalui WhatsApp, Rabu (16/2/2022).

Sandy Tumiwa menjelaskan, laporan ini  bertujuan untuk menempatkan suatu nilai kehidupan secara benar, baik sisi budaya dan sisi keyakinan. Yang sesunguhnya saling mengisi. Dari semua hal ini sambung Sandy, bukan dari seperti ini saja, namun dari hal-hal lain yg menyangkut tatanan berperikehidupan di negara ini.

“Ingat ideologi negara kita pancasila. Jadi wayang atau budaya yang ada di nusantara ini  dengan tentunya budaya dan adat istiadat  yang baik. Dan benar-benar dalam memberikan efek positif dalam kehidupan, harus di pertahankan di bumi pertiwi,” jelasnya.

Mantan suami Tesa Kaunang ini juga menguraikan efek positif yang di maksud. Adalah mencakup seluruh sendi kehidupan, jangan sampai ada oknum Islam dengan mengatasnamakan Islam membawa hal akidah, yang bisa merusak Agama Islam itu sendiri.

“Nah oknum-oknum demikian harus di sadarkan, sebab apa perlu disadarkan. Yang pertama adalah kita sesama muslim, kedua kita warga negara Indonesia yang hidup di bumi Indonesia dan menjunjung tinggi tatanan berperikehidupan di Indonesia. Wajib bagi anak negeri membela kebaikan yang benar di negerinya,” tegasnya.

Lalu yang ketiga Ideologi negara kita adalah pancasila, kemudian yang keempat, kita anak negeri wajib berkontribusi dalam menjaga mempertahankan, membela, melaksanakan segala hal demi kebaikan Negeri ini.

“Selanjutnya yang kelima, perlu diingat bahwa para pahlawan berjuang dalam merebut kemerdekaan bukan untuk satu golongan keyakinan, atau salah satu agama di dunia ini, melainkan untuk semua anak negeri Indonesia. Yang di dalamnya terdapat budaya adat istiadat, agama, bahasa suku di nusantara ini. Sebagai rasa bersyukur kepada Allah Subhanallahuwataalla yang telah menempatkan kita hidup di bumi Indonesia,” papar Sandy.

“Pewayangan atau budaya yang ada di Indonesia adalah berfungsi sebagi sarana dan prasarana dalam menata kehidupan di Indonesia tanpa mengenyampingkan suatu agama,” pungkasnya.

Fhm