Beranda HUKUM & PERISTIWA

Pelaku Tawuran di Johar Baru Diringkus Polisi, Enam Orang Positif Narkoba

2229

Jakarta, SUARA TANGSEL – Sebanyak 10 (sepuluh) orang pelaku tawuran yang terjadi di Jalan Rawah Sawah, Kampung Rawa dan di pintu perlintasan Kereta Api Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat, telah ditangkap dan di amankan polisi, hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Johar Baru AKBP Edison, S.H. saat melaksanakan Konferensi Pers di Kantor Polsek Johar Baru, Sabtu (26/2/2022).

Diketahui tawuran telah terjadi beberapa hari terakhir ini secara berturut-turut pada hari Rabu, Kamis dan jumat (23, 24, 25/2/2022) sekira pukul 02.00 WIB di Jl. Rawa Sawah II Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru dan terakhir terjadi lagi tawuran pada hari Sabtu (26/02/2022) sekira pukul 01.00 WIB di Pintu Perlintasan Kereta Api Kramat Sentiong Johar Baru Jakarta Pusat.

“Polsek Johar Baru telah menangkap dan mengamankan 10 (sepuluh) pelaku tawuran yang terjadi beberapa hari terakhir ini, adapun pelaku yang telah di amankan yaitu, FK, RS, AR, MBP, MH, DDI, RRA, MRP, MAZ, dan BR dan rata-rata masih pelajar,” Ucap Edison.

Pelaku ditangkap di 4 (empat) lokasi yang berbeda yakni di Kampung Rawa Sawah II, Jalan Kramat Jaya Baru, Jalan Johar Baru Utara 1 dan Jalan Kramat Pulo gundul, Johar Baru Jakarta Pusat.

Dari para pelaku tawuran juga telah di amankan dan disita sejumlah senjata tajam berupa clurit, samurai dan arit besar yang di gunakan untuk melakukan tawuran.

“Kita juga telah menyita sejumlah sajam dari para pelaku tawuran berupa 2 (dua) bilah sajam jenis Clurit, 1 (satu) bilah sajam jenis samurai dan 1 (satu) bilah sajam jenis arit besar,” jelas Edison.

Kapolsek menyampaikan, bahwa setelah dilaksanakan pemeriksaan urine terhadap para pelaku tawuran, terdapat 6 (enam) orang yang terindikasi dan telah menggunakan narkoba.

“Dari 10 (sepuluh) pelaku yang telah kita amankan terdapat 6 (enam) orang yang positif menggunakan narkoba, hal tersebut diketahui setelah dilaksanakan pengecekan urine dan nantinya akan direhabilitasi,” ujarnya.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 dan Pasal 170 KUHP jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 56 KUHP.

(***/fhm79)