Beranda PENDIDIKAN

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Gelar Pementasan Drama, Berjudul “Makam di Pertuan”

1126

Jakarta, SUARA TANGSEL – Sebagai usaha untuk mengenang serta mengapresiasi sastrawan dan dramawan Indonesia. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan acara yang diadakan setiap tahun, tradisi Mahasiswa semester 6 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama jilid 7 (PESTARAMA#7), tahun ini mengangkat tokoh sastrawan asal Minangkabau, yakni Wisran Hadi dengan tajuk “Membumi Bersama Wisran Hadi”.

Pada tanggal 22 Maret 2022, Mahasiswa semester 6 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mempersembahkan pementasan drama dengan judul makam di pertuan karya Wisran Hadi.

Pementasan makam di pertuan diselenggarakan secara luring di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diadakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

“Usaha Menghidupkan Kebudayaan yang Diselimuti Kebohongan”, begitu pesan yang di ambil dari pementasan drama makam di pertuan kali ini.

Malin, pemimpin kota Tingga yang berupaya menjadikan makam di pertuan sebagai pusat penentu masa depan, benteng budaya, pelanjut khazanah sejarah, dan penggerak roda ekonomi masyarakat. Pementasan makam di pertuan disambut dan didukung dengan hangat serta penuh dengan antusias penikmat drama.

“Pementasan drama makam di pertuan ini keren ya, mahasiswanya begitu maksimal dalam memainkan peran, apalagi ini baru saja pulih dari Covid jadi antusias para penontonnya begitu sangat bergemuruh bahagia. Saya setiap tahun menyaksikan pementasan drama PESTARAMA, dan selalu ada kesan dan keunikan masing-masing di setiap tahunnya” ucap Bu Mahmudah Fitriyah selaku dosen PBSI.

Tanggapan dari mahasiswa PBSI semester 4 yang turut menonton acara pementasan drama makam di pertuan ini,

“Awalnya Saya tidak expect sebagus ini tapi setelah Saya nonton ternyata dramanya bagus, keren, dan pemainnya yang luar biasa” tutur Nur Fauziyah.

Bahkan, banyak penonton yang tertarik menyaksikan pementasan drama tahun berikutnya salah satunya adalah Maulia Assilmy mahasiswa PBSI semester 4 dia menuturkan bahwa, “Saya tertarik menyaksikan pementasan di tahun selanjutnya karena pementasan PESTARAMA ini sangat spektakuler”.

Rosida Erowati, selaku dosen Kajian Drama Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menuturkan bahwasannya, PESTARAMA itu adalah cangkangnya, sementara pementasannya adalah perkuliahan.

“Jadi, karena ini adalah perkuliahan, selama kurikulumnya tidak ada perubahan kita akan terus melakukan hal ini karena memang praktikum drama itu termasuk bagian dari mata kuliah kurikulumnya bahasa Indonesia,” tuturnya.

Pementasan berlangsung dengan meriah dan penuh suka cita, ini adalah pementasan kedua dari tujuh pementasan lainnya. Begitu sangat megah, mulai dari pemeran, kostum, penonton, serta sutradara yang sangat produktif. Kisah dalam pementasan yang dibawakan sungguh sangat apik dan berlangsung dengan khidmat. (Red)