Beranda TOPIK UTAMA

Jalan Mutiara Gading City Rusak Parah, Warga Bekasi Utara Minta Segera Diperbaiki

2150

Bekasi, SUARA TANGSEL – Diketahui pemukiman di wilayah DKI Jakarta saat ini bisa dikatakan padat penduduk dan situasi ruas jalan, baik di jalan akses ke rumah tinggal maupun akses jalan utama menuju ke sekolah dan ketempat bekerja (Kantor) padat dengan kendaraan Roda dua (R2) dan Roda empat (R4).

Oleh karena hal tersebut, banyak masyarakat atau warga DKI Jakarta yang mencari tempat tinggal (hunian) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dengan harapan mendapatkan kenyamanan dan situasi jalanan yang tidak sepadat di DKI Jakarta.

Salahsatu nya adalah warga Jakarta Timur, Bapak Tukijan, Ia berharap dengan membeli perumahan di Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Jawa Barat ini mendapatkan kenyamanan di jalan dalam berkendara, baik mengantarkan anak ke sekolah maupun ke tempatnya bekerja.

Tukijan yang baru satu tahun kebelakang menempati Perumahan Mutiara Gading City mengaku, awalnya jalan Mutiara Gading City ini bagus dan tidak macet, namun saat ini kondisi jalan ini rusak sudah sekitar satu tahun lebih lah ya.

“Jadi setahu saya, satu tahun lalu jalan ini masih sangat bagus ya, semenjak ada pembangunan di belakang Harapan Indah, informasi masyarakat itu sih pembangunan proyek nya Summarecon. Karena jalur utama dari Harapan Indah itu jalannya tidak diperbolehkan untuk di lewati oleh dump truck sehingga pengurukan tersebut melalui jalan Mutiara Gading City melalui jalan yang arah Babelan Setia Asih ini,” tutur Tukijan kepada wartawan usai sarapan Bubur Ayam Tegal Mas Pur, di Jalan Raya Setia Asih, Kampung Tanah Tinggi, Setia Asih, Taruma Jaya, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (29/5/2022).

Sehingga lanjutnya, jalan tersebut dari yang bagus mudah dilewati sekarang jadi rusak, kemudian di tambah jembatan yang mengecil ini rusak dan tidak pernah diperbaiki sampai sekarang.

“Mereka (Summarecon) memang beberapa kali menguruk dengan batu-batu kemudian diratakan dengan alat berat, tetapi hanya di urug dengan batu-batu kasar, kemudian diratakan dengan alat berat itupun tidak semua teruruk masih ada sebagian- sebagian yang memang tidak teruruk dan sangat rusak,” jelas Tukijan.

Kemudian sambungnya lagi, bahkan jalan ini karena jalan ini di sebelahnya sawah, jalan Mutiara Gading City sampai ke pintu perumahan Mutiara Gading City yang dari arah Harapan Indah, yang dekat sawah itu jalan yang melalui area persawahan ini jadi turun.

“Jalanan yang tadinya dilewati dua kendaraan mobil dan bisa sampingnya masih motor, sekarang mungkin untuk tiga mobil pun bahkan empat mobil pun cukup, karena jalan tersebut turun kemudian makin melebar, nah ini yang perbaikannya tersebut sampai jalan hampir miring semua, kemudian perbaikannya tidak signifikan, tidak diratakan tidak di cor hanya batu-batuan di giling dengan alat berat,” terang Tukijan.

Nah kami sebagai warga, khususnya di Mutiara Gading City ini merasa sangat dirugikan ya. Yang pertama adalah kami berangkat bekerja ini, jalan ini macet bisa dilewati dengan waktu bisa sampai satu jam, bahkan kalau dihari yang padat mungkin awal Minggu bisa satu jam lebih hanya dari pintu perumahan Mutiara Gading City sampai ke pintu belakang Harapan Indah (Restoran Abah Cianjur).

“Ini buat kami ini sangat dirugikan ya, khususnya masyarakat yang melalui jalur ini. Yang dari arah Grand Duta City kemudian Wahana Babelan, kemudian yang dari arah Babelan sendiri ini sangat dirugikan dan hampir semuanya jalan tersebut rusak,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Tukijan, kerusakan jalan ini juga sangat membahayakan, karena begitu banyak ibu-ibu yang setiap pagi mengantar anaknya ke sekolah, dan mereka rata-rata ibu-ibu ini kenapa ngantar ke sekolah, karena bapak-bapak nya berangkat kerja yang harusnya efisien waktu jadi berangkat lebih awal kemudian anaknya tidak bisa berangkat bersama dengan bapaknya berangkat kerja, karena nanti takut terlambat karena disitu macet nya sangat luar biasa.

“Kemudian akan menjadi membahayakan ketika ibu-ibu ini nganter anak sekolah ini, sudah posisinya jalan semua macet total berhenti sampai pintu bunderan Mutiara Gading City yang dari arah Babelan. Nah kemudian ibu-ibu ini belum pandai naik motor, sehingga kadang-kadang bawa adiknya, kakaknya ini sangat membahayakan dan jalannya miring, licin ya,” sebut Tukijan.

Mudah-mudahan sih sambungnya lagi, khusus nya dari pejabat pemerintah ya, dari jajaran desa, kepala desa, kemudian camat ya, kemudian sampai ke Walikota. Apalagi mungkin yang calon-calon Walikota ya yang akan mencalonkan diri sebagai Walikota ini, ataupun yang lain yang mencalonkan diri sebagai pejabat pemerintah daerah khususnya kabupaten Bekasi ini, mudah-mudahan melihat hal ini, bukan cuma Bekasi mudah-mudahan sampai ke perintah pusat ya.

“Pemerintah pusat juga, jalan ini harus diperbaiki, karena kami melihat ini sangat merugikan masyarakat dan rawan terjadi motor khusus nya ini jatuh ya,” ujarnya.

Harapan kami sebagai masyarakat, awalnya kami membeli rumah di Bekasi ini, seperti Mutiara Gading City ataupun mungkin Grand Duta City dan sebagainya.

“Harapan kita sebenarnya kita menggunakan jalan yang tidak menghambat, yang rapih ya, bisa dilewati dengan baik sesuai dengan fungsinya jalan. Tetapi saat ini sangat rusak dan harapan kita semua adalah jalan ini di Cor lah agar tidak mudah rusak dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tolong diawasi dengan baik,” tutup Tukijan.

Ditempat yang sama, Roy (37) salahsatu warga yang tinggal di Babelan, juga mengeluhkan terkait jalan banyak yang hancur (Rusak) yang diakibatkan oleh truk-truk besar yang melintas di Jalan Mutiara Gading City.

“Awalnya jalan ini sempat bagus, ga lama hancur lagi sama mobil-mobil tanah gede (truk) bangun-bangun perumahan baru, ini sebelah Restoran Abah Cianjur, itu proyek Summarecon,” ujarnya.

Roy berharap kepada pemerintah, dapat segera memperbaiki jalan tersebut agar masyarakat yang melintas di sepanjang Jalan Mutiara Gading City nyaman, tidak macet, waktu tempuh ke tempatnya bekerja kembali efisien dan tidak lagi terjadi kecelakaan. “Ya segera diperbaiki aja,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Summarecon belum dapat dimintai keterangan (FHM)