Beranda HUKUM & PERISTIWA

Jaga Persatuan Bangsa, SKP Polisikan Oknum Masyarakat yang Melecehkan Pancasila

1018

Jakarta, SUARA TANGSEL – Belum lama ini Organisasi Setya Kita Pancasila (SKP) mendapat pesan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, S.H., M.H. Dalam pesannya, Kepala BNPT kepada Organisasi kepemudaan yang berbasis dasar Pancasila, khususnya SKP ini untuk ikut serta dalam menjaga dan memperkuat Ideologi Pancasila guna menjaga dan merawat Persatuan Bangsa.

Oleh karena itu, untuk menjalankan amanah dari Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, SKP dalam temuannya di Sosial Media (Sosmed) baru-baru ini, terkait dugaan seorang oknum Masyarakat yang melecehkan, menghina dan merubah tulisan Pancasila menjadi Panca Gila Rezim Gemblung. SKP segera melaporkan oknum tersebut ke Polisi.

Sekjen SKP Meiske Yunita bersama Wasekjen Shinta Bebi didampingi para pengurus Dewan Pimpinan Pusat Setya Kita Pancasila (DPP SKP) datangi Bareskrim Mabes Polri, Senin (18/7/2022).

Usai beberapa jam membuat laporan di Bareskrim Polri, Keke sapaan akrabnya kepada awak media menyampaikan bahwa, pada hari ini kami dari Setya Kita Pancasila melaporkan seorang Oknum Masyarakat atas dugaan pelecehan, penghinaan, merubah lambang Negara kita yang di dalam itu ada muatan Pancasila di media sosial.

“Untuk bukti-bukti sudah semua kita lampirkan ke penyidik,” terang Keke.

Lebih lanjut Shinta Bebi menyebutkan, prihal oknum yang dilaporkan tersebut belum bisa disampaikan kepada publik, dengan alasan masih dalam proses.

“Untuk terlapor masih dirahasiakan nanti aja kita ikuti proses dari kepolisian,” ujar Shinta.

Keke mengaku laporannya terhadap terlapor di Bareskrim Polri sudah diterima, namun dalam hal ini pihak kepolisian meminta kepada SKP melalui dirinya untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan.

“Laporan kami sudah diterima, namun kami juga harus mengumpulkan bukti-bukti yang lain. Karena proses itu kan tidak pendek, panjang gitu ya. Kita ikuti prosedur dari kepolisian saja,” sebut Keke.

Agar tidak terulang lagi dikemudian hari, Sekjen SKP yang selalu energik itu berpesan kepada masyarakat.

“Untuk seluruh masyarakat Indonesia, harus benar-benar lambang Negara kita, harus kita hargai. Kita harus menghormati, karena dasar Negara itu adalah didalamnya itu ada nilai-nilai budaya, yang memang sudah ada dari dulu ya,” terang Keke.

Sambungnya lagi, “Jadi kita harus menjaga, melestarikan dan juga kita harus benar-benar jadi pelaku yang benar-benar sesuai dengan dasar dan lambang Negara kita, yaitu Pancasila,” imbuhnya.

Terkait laporannya hari ini, kedepan setelah memberikan bukti-bukti tambahan, Keke meminta kepada penyidik Bareskrim Polri untuk segera memanggil terlapor.

“Harapan kami cepat di proses setelah bukti-bukti dari kami, kami berikan. Ya untuk segera cepat diproses,” pungkas Meiske Yunita.

Sementara di akhir wawancara Shinta Bebi menegaskan, jangan sampai kedepannya, kejadian pelecehan terhadap Pancasila ini terulang kembali.

“Karena jangan sampai itu menjadi latah, kalau tidak segera di proses. Jadi Indonesia ini kan kayak budaya latah ya, jadi ikut-ikutan. Nanti adalagi-adalagi, harusnya timbul efek jera,” tutup Shinta Bebi.

(fhm79)