Beranda SUARA BANTEN KABUPATEN PANDEGLANG

Hilman, Saipul Bahri: Kita Tidak Mengapresiasi Permintaan Maaf Ahok

4452
Dewan Pembina Hilman

Pandeglang, SUARA TANGSEL – Konsolidasi dan silaturahmi Ketua Dewan Pembina Himpunan Alumni Malnu (Hilman) tolak keras permintaan maaf tuduhan Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok terhadap Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kiyai Ma’ruf Amin.

Konsolidasi yang digelar bersama para  Penasihat Hilman dan Pimpinan Pondok Pesantren Math’laul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu), Menes Pandeglang Banten, Dewan Pembina Hilman meminta agar segera menjebloskan Ahok ke dalam penjara.

“Sebelum ada lagi tokoh-tokoh NU yang terluka perasaanya atas tudingan Ahok, sebaiknya Ahok ditahan saja, tidak usah memegang atau mencalonkan jabatan publik, mulut Ahok ini sumber masalah di negeri ini, dan maslahatnya harus ditahan saja biar stop bicara, jika terus-terusan diproses hukum, Ahok akan makin berkelanjutan, ” tegas Ketua Dewan Pembina H Saipul Bahri Lc. Jum’at (3/2).

Menurutnya, ” Kita tidak mengapresiasi permintaan maaf Ahok, karena permohonan ini atas desakan publik, apalagi masih terus berkembang di sosmed, para pendukungnya masih memperdebatkan bahwa yang dilakukan Ahok dan tim hukumnya di ruang persidangan kemarin menyatakan benar atas tindakan Ahok ,” ucap H Saipul

“Mestinya, jelas Saipul, kepada elite politik juga, kami berharap untuk mencegah perpecahan antar anak bangsa, karena yang Ahok lakukan ini, adalah menandakan watak aslinya, dan tidak bisa menjadi pejabat publik tutur katanya jauh dari sopan santun “. Kata H Saipul

Selain itu, H Saipul menilai,” kalau kita kembalikan kepada jalur hukum, maka Ahok temelakukan pelanggaran terhadap pasal KUHP. Dengan sikap dan wataknya yang tidak layak sebagai pejabat publik, sikapnya meresahkan masyarakat banyak sebaiknya Ahok dipenjarakan saja atau dipulangkan ke China “.  Ujar Ketua Dewan saat di wawancarai. Jum’at (3/2).

Hal senada juga, disampaikan Penasihat Hilman, KH Tb Uuf Zaki Gufron Ma’ani ” Menurut saya, menerima permintaan maaf itu baik, mulia, namun dalam situasi dan kondisi sekarang ini kita jangan mudah percaya dengan kata maaf, kita sudah disibukkan oleh sikap Ahok yg sangat arogan di negeri ini, ” kata KH Uuf saat dimintai keterangan, pada Jum’at (3/2).

Seolah-olah, Lanjut Kiyai Zaki, ” Negara kita dalam keadaan perang, perang pikiran, perang strategi dan kita diadu domba oleh sikap Ahok ini, makanya orang seperti Ahok ini tidak bisa jadi pejabat publik karena tidak bisa dijadikan panutan, ” pungkas KH Uuf yang juga pengurus Pondok Pesantren Malnu. (TM)