Beranda SUARA BANTEN KABUPATEN PANDEGLANG

Hilman Gelar Musyawarah Besar Pertama di Menes Pandeglang

4897
Alumni MW Menes

Pandeglang, SUARA TANGSEL – Himpunan Alumni Matlaul anwar Linahdhatil Ulama (Hilman) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pertama di Perguruan Islam Matlaul Anwar Linahdhatil Ulama Pusat, Menes, Pandeglang Banten. Acara ini juga dihadiri oleh ribuan alumni Manlu dari berbagai daerah.

Alumni Ponpes MW
Foto : Himpunan Alumni Matlaul anwar Linahdhatil Ulama (Hilman)

Turut hadir dalam Mubes ini antara lain, keluarga besar Almarhum KH TB Ma’ani Rusdi beserta penerusnya KH. TB Hamdi ma’ani, KH TB Tolhah Ma’ani, KH TB Uuf Zaqi Gufron dan mantan Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Taufiqurohman Ruqi sebagai salah satu tokoh pendiri provinsi Banten.

Musyawarah besar dengan tema “Meneguhkan Silaturahmi, Menggali Potensi Alumni dan Merealisasikan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah ‘Ala Thariqati Nahdlatil Ulama Indonesia” ini telah memilih Ahmad Syatibi sebagai Formatur Hilman.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Matlaul Anwar Linahdhatil Ulama (PB Malnu), KH. Hamdi Maani, dalam sambutannya menuturkan bahwa tujuan digelarnya musyawarah besar ini salah satunya adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni Manlu se-Indonesia.

“Digelarnya Mubes ini, sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, antar alumni Malnu se-Indonesia,” Ujar KH. Hamdi, Kamis (14/7).

Senada, Formatur terpilih Ahmad Syatibi juga mengatakan “Diantara tujuan acara Musyawarah Besar Alumni Malnu se-Indonesia ini adalah merefleksikan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah yang bersinergi dengan Uswah Sayyidina Muhammad Saw sebagai Rahmatan Lil ‘Alamiin.

“Dengan Meneguhkan kembali tali silatul arhaam antar Alumni dan Dewan Masyayikh Malnu, diharapkan kedepannya dapat membuahkan hasil yang signifikan untuk kejayaan Malnu, Izzul Islaam wa al-Muslimiin, dan ikut berperan aktif dalam membangun bangsa Indonesia”.

Dengan itu Lanjut “Formateur terpilih”, jasa-jasa pendiri Malnu terdahulu terus terpatri dalam sanubari Alumni, sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan Masyayikh Perguruan Islam Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama Pusat Menes.” Kata Ahmad Syatibi, Kamis (14/7).

(TMalaka)