Beranda SUARA BANTEN KOTA CILEGON

Diskusi Terbatas di JBS, Helldy Agustian: Kita Satu Bersama Menuju Cilegon Yang Lebih Baik

276
Foto: Istimewa

Cilegon, SUARA TANGSEL – Selain berucap syukur kepada Allah SWT, proses tidak akan mengkhianati hasil. Demikian ucapan pertama yang keluar dari bibir  Helldy Agustian, Walikota  Cilegon terpilih ketika menjadi salah satu narasumber dalam diskusi terbatas “Cilegon Baru” yang digelar di Journalist Boarding Scholl, Cilegon, Banten, Senin (11/01/2021).

Hadir juga sebagai narsum, tokoh pers Banten yang juga menjabat Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, Ketua Harian PHRI Banten, GS. Ashok Kumar, Direktur siberindo.co, Zakmi,  Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, serta praktisi hukum, Iqbal.

Dalam paparanya Helldy Agustian menyebut, proses demokrasi yang telah dilewati merupakan kemenangan masyarakat Cilegon.

“Helldy-Sanuji adalah milik masyarakat Cilegon. Setelah 9 Desember lalu saya harap hari ini tidak ada lagi “like or dislike”. Kita satu bersama menuju Cilegon yang lebih baik,” ujar Helldy.

Disisi lain, pada kesempatan tersebut Helldy menyebut dengan berbagai potensi di berbagai sektor yang dimiliki Kota Cilegon, dirinya yakin masalah pengangguran yang masih menjadi momok di Kota Cilegon, dapat diatasi.

“Konsep kami adalah melayani bukan dilayani. Jadi dengan Kekuatan APBD sebesar 2 triliun dan  keberadaan industri di Kota Cilegon serta potensi lainya, saya yakin masalah ini dapat diatasi,” pungkas Helldy seraya menyebut pihaknya akan segera menggulirkan  program 5000 beasiswa bagi masyarakat.

Ditempat yang sama, GS. Ashok Kumar berharap penanaat birokrasi di lingkup OPD Kota Cilegon dapat segera dilakukan.

“Kita dulu berjuang di tingkat provinsi agar keberadaan dinas pariwista tidak digabung. Agar fokus, dinas pariwisata saja. Harapan kami di Cilegon agar hal tersebut dapat pula dilakukan pak Helldy selaku Walikota terpilih,” tandas GS. Ashok.

Masih dalam diskusi Rian Nopandra atau biasa disapa Opan berharap,  media atau pers tetap  dalam tugas dan fungsinya usai Cilegon memiliki pemimpin baru.

“Fungsi kontrol harus terus dilakukan apalagi terhadap segala hal yang baru. Saya yakin pak Helldy bukan pemimpin yang anti kritik tapi pemimpin yang suka akan masukan yang konstruktif karena beliau adalah telah lama berproses dan tentunya paham betul tentang apa yang dibutuhkan masyarkat Cilegon,” tandas Opan seraya juga berharap di kepemimpinan Helldy-Sanuji akan ada hal fundamental yang dapat diwujudkan keduanya bagi masyarakat pers di Banten.

Sementara itu, Firdaus dalam ulasanya menyebut sepanjang 20 tahun perjalanan Kota Cilegon, dirinya mengamati telah timbul larutan jenuh seiring perjalanan simbol yang juga telah berproses.

“Jadi inilah timbul ledakan. Disisi lain dari apa yang disampaikan Pak Helldy yang saya tangkap mungkin tidak akan ada pergantian, namun  lebih kepada pengoptimalan potensi yang memang sudah ada dan akan lebih selektif hingga penerapan Key Permomance Indicator (KPI) dikalangan birokrat maupun  BUMD serta sektor lainya,” tukas Firdaus. (**)