Beranda HUKUM & PERISTIWA

Polsek Serpong Kembali Gelar Operasi Yustisi

294
Diawali dengan apel bersama, kegiatan Operasi Yustisi itu dilakukan di depan Perumahan Kencana 12.5 (depan kantor Kemenag), Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jum'at (16/10/2020). Foto: Istimewa

Serpong, SUARA TANGSEL – Satuan Trantib Kecamatan Serpong bersama Polsek Serpong Tangerang Selatan kembali menggelar Operasi Yustisi Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Diawali dengan apel bersama, kegiatan Operasi Yustisi itu dilakukan di depan Perumahan Kencana 12.5 (depan kantor Kemenag), Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jum’at (16/10/2020).

Pada kegiatan Operasi itu, didapati 3 pelanggar yang tidak melaksanakan protokol kesehatan yakni tidak menggunakan masker. Selain didata, diberi teguran dan sanksi sosial berupa Push up, membaca Pancasila, dan berjanji akan memakai masker. Tidak hanya sampai disitu juga, para pelanggar diberi edukasi dan pemahaman tentang bahaya Covid-19.

“Tindakan kepada para pelanggar selain didata, juga kami memberikan edukasi agar dapat memahami bahaya Covid-19,” kata Iwan Adriana selaku Kasie Trantib Kecamatan Serpong.

Para pelanggar, kata Iwan, pihaknya bersama jajaran Polsek Serpong juga mengajak berdialog mengenai pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Setelah itu, lanjut Iwan, para pelanggar diberi masker gratis untuk digunakan. Pemberian masker, lanjut dia, untuk mendorong masyarakat sadar agar melaksanakan adaptasi kebiasaan baru saat ini.

“Kami berpesan, agar pelanggar tidak mengulangi pelanggaran karena identitas sudah terdata,” terang Iwan Adriana.

Lebih lanjut Iwan Adriana menjelaskan, Operasi Yustisi ini akan secara rutin digelar pihaknya bersama Polsek Serpong, Danramil, guna menyadarkan masyarakat pentingnya melaksanakan protokol kesehatan.

Penerapan sanksi yang diterapkan, ujar Iwan, adalah upaya untuk memberikan efek jera agar para pelanggar sadar bahwa menggunakan masker, menjaga jarak, dan melaksanakan protokol kesehatan adalah untuk kebaikan dan untuk memutus mata rantai dari virus Covid-19.

“Apabila nanti ditemukan kembali melanggar, sanksi yang diberikan bisa lebih,” tandas Iwan Adriana.

Wartawan: Muhamad Deni