Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Waspadai Seleksi Sekda Tangsel Terindikasi Rawan Politisasi, Airin Diminta Tegas,Profesional Dan Objektif

1221
Gambar ilustrasi, foto: istimewa

Tangsel, SUARA TANGSEL – Pesona Kota tangsel yang dipimpin pasangan walikota Airin Benyamin selama dua priode seolah menjadi warisan primadona bagi mereka para elite politik yang saat ini telah bersaing ketat untuk meraih kursi orang nomor satu di Kota Tangsel.

Ditengah memanasnya gejolak suhu politik menjelang Pilkada Kota Tangsel Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tengah disibukan oleh proses penjaringan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel.

Seperti diketahui Muhamad mengundurkan diri dari jabatan sekda dan dirinya lebih memilih untuk tampil mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kota tangsel saat ini Pemerhati dan Pengamat politik jaringan pemilih bersih Tangsel Hasanudin. T.A, Menilai kesibukan Airin menjelang akhir masa jabatannya sebagai Walikota Tangsel tentu harus dimanfaatkan dengan baik, ditengah gejolak suhu politik saat ini Airin diharapkan lebih waspada dan bekerja secara selektif, Objektif, Tegas dan profesional karena Airin akan dihadapkan dalam persoalan penting untuk mengambil langkah-langkah kebijakan didalam penentuan keputusan soal seleksi sekda Tangsel yang saat ini menunggu proses akhir.

Selanjutnya menurut Hasanudin, hal ini perlu dingat karena keputusan politik Airin akan menjadi akumulasi cacatan penting yang akan ditinggalkan oleh Airin diakhir masa jabatannya, maka Airin harus bisa membuktikan dan menepis semua isu-isu miring terkait dugaan seleksi sekda yang terindikasi rawan politisasi pasalnya, posisi sekda selain memiliki jabatan puncak tertinggi di daerah, posisi sekda juga sangat strategis didalam tata kelola pemerintahan.

Hasanudin juga mengungkapkan seringkali dirinya mendapatka informasi yang menjadi kajian dirinya, apabila ada agenda pembukaan pemilihan seleksi sekda menurutnya agenda tersebut identik dijadikan peluang dan formalitas untuk kepentingan kelompok elite tertentu, pemilihan sekda diduga bisa terjadi tidak berbasis pada kompetensi, tapi lebih sering didasarkan hitung-hitungan politik disitulah indikasinya terjadi dugaan kerawanan permainan kotor.

Misalnya, adanya alasan titipan elite tertentu atau bisa jadi kepala daerah telah mempunyai kepentingan dan rencana politik sendiri maka mereka akan berupaya untuk meloloskan dan menempatkan sekda yang telah dipersiapkan maka jelas persoalan itu tidak akan mengutamakan kompetensi yang penting adalah, loyal, patuh, dan taat.

Tentunya persoalan tersebut patut menjadi dugaan indikasi politisasi yang mengarah kepada Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) padahal masih banyak pertimbangan point penting yang menjadi indikator dalam seleksi kompentensi sekda antaralain dibutuhkan penilaian pengalaman karir birokrasi, Kemampuan manejerial birokrasi serta senioritas didalam kepangkatannya point ini seharusnya menjadi pertimbangan utama bagi walikota untuk mengambil keputusan.

Selanjutnya Hasanudin juga kembali menegaskan Tim pansel sekda kali ini yang digaungkan oleh Pemkot Tangsel akan bekerja secara Independen dan profesional, saat ini Interegritas Tim Pansel tersebut akan di uji dan dipertaruhkan.

“kita lihat dan tunggu hasilnya doakan mereka bisa bekerja secara independen serta mempunyai idialisme untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas demi perubahan Kota Tangsel yang bersih dari Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN ), tentunya keputusan dan penilaian yang Selektif, Obyektif, Tegas,Independen dan Profesional para Tim Pansel saat ini akan menjadi rujukan dan pertimbangan final bagi Walikota untuk mengambil keputusan,” Ungkapnya

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi juga menjelaskan Open bidding Sekda yang ada saat ini tengah memasuki tahapan akhir dan di ikuti oleh 6 orang pejabat, menurutnya mereka semua telah mengikuti seleksi open bidding yang semuanya menjabat setara kepala dinas diantaranya, Drs. H. Chaerul Sholeh (Sekretaris DPRD), Bambang Noer Tjahjo. SE,Ak (Kadis DPMPTSP) Wahyunoto Lukman. S.IP (Kadis Sosial), Drs, H. Toto Sudarto M.Si (Dinas Lingkungan Hidup), Ir.Entol Wiwi Martawijaya M.Si (Dispora).Drs.H Chaerudin M.Si ( BPBD ).

“Selanjutnya, setelah proses asassement ke enam para peserta open bidding,yang telah mengikuti seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, seleksi uji kompetensi, serta pemeriksaan kesehatan.Kemudian mereka akan memasuki tahapan akhir yaitu pembuatan makalah dan wawancara yang akan dilaksakan pada tanggal 25 -26 November 2020, kemudian setelah melewati semua proses dan tahapan, Tim Pansel akan memutuskan 3 nama besar yang lolos seleksi untuk disodorkan ke wali kota,” ungkap Apendi.

Muhamad Deni