Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Team koalisi Ben-Pilar Tidak Konsisten, PPP Tangsel Kecewa Mesin Partai Tidak Difungsikan

4057

Pamulang, SUARA TANGSEL – Dengan tidak dilibatkannya saksi-saksi untuk tingkat TPS, pengurus DPC PPP Tangerang Selatan (Tangsel) merasa kecewa karena mesin Partai tidak digerakan, adapun orang-orang yang dilibatkan untuk menjadi saksi jelas-jelas merupakan kader-kader pontensial partai yang memang telah dipersiapkan.

Menurut Sekretaris DPC Tangsel Maryono dengan tidak dilibatkannya saksi untuk Pilkada untuk Paslon nomor urut 3 Davnie-Pilar Saga Ikhsan, tentu saja hal ini sangat mencoreng nama baik Partai yang berlambang Ka’bah ini.

Tidak hanya itu, tentu hal ini juga membuat malu dan kecewa kepada semua pengurus DPC , tingkat Ranting dan PAC yang sudah melaksanakan tugas dan bekerja keras mendata saksi dimasing-masing tingkat kelurahan yang memang sudah ditunjuk untuk mencari saksi sesuai komitmen hasil rapat di team koalisi partai paslon nomor urut 3 Benyamin-Pilar di Pilkada Tangsel 2020.

“Saya sebagai sekertaris DPC PPP Tangsel sangat menyayangkan kejadian ini, tentu ini sangat membuat malu bagi seluruh Kader PPP,” ujar Maryono Sekjen DPC PPP, saat rapat di kantor DPC PPP Tangsel Sabtu (21/11).

Kekecewaan pun dirasakan oleh Sarbini selaku Sekretaris LO pemenangan Pilkada Tangsel dari team koalisi Benpi yang tidak memberikan keputusan yang jelas terhadap calon saksi dari partai PPP yang sudah dikumpulkan sesuai permintaan dari hasil komitmen team Partai.

Kejadian ini tidak hanya mencoreng nama baik partai, namun juga bisa dianggap sebagai Partai yang tidak konsisten untuk melakukan kegiatan bimtek karena selalu melenceng dari jadwal yang sudah diumumkan disetiap group saksi dari masing-masing kelurahan yang ditugaskan menyiapkan saksi.

“Tidak hanya malu yang kami dapat, tapi kami juga bisa di cap sebagai Partai yang tidak konsisten,” ujar Sarbini.

Sementara itu Hafid selaku ketua PAC kecamatan Setu juga menanyakan maslah kevalitan dari data saksi diukur dari apa, sehingga dari semua data saksi yang terkumpul bisa dicancel karena katanya tidak valid.

“Contohnya dari kelurahan setu dari 29 orang yang didata satupun tidak ada yang valid alias kosong kan gak masuk akal,” jelas Hafid.

Berarti KTP saksi yang saya kumpulkan bodong dong, bahkan untuk jadwal waktu untuk bimtek saksi selalu diulur-ulur dari jadwal yang sudah diumumkan kesemua saksi, sehingga bikin bingung untuk menjawab kepada saksi yang bertanya karena info yang kita berikan selalu meleset. Ini bisa menjadi bencana buat nama baik saya dan partai karena imbasnya bisa membuang muatan, saya hanya berharap ada solusi terbaik karena pelaksanaan Pilkada waktunya sudah sangat mepet,” sambungnya.

Menanggapi kejadian ini, Sekjen PPP sudah bayak menerima masukan dan usulan dari struktur partai untuk mengalihkan dukungan ke Paslon nomor urut yang lain.

Muamad Deni/Oc