Beranda HUKUM & PERISTIWA

Implementasi Comander Wish Kapolda Banten, Kabidhumas Sambangi Pondok Pesantren Al-Khoziny

376
Foto : Istimewa

Serang, SUARA TANGSEL – Kepala Bidang hubungan masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten bersilaturahmi ke Ponpes Al-Khoziny, kunjungan tersebut menjalankan Implementasi Comander wish Kapolda Banten dengan program ‘Pendekar Banten” yaitu Saba Pesantren, untuk memperkuat sinergi Ulama dan Umaro Guna Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat Banten yang aman, damai dan sejuk, kedatangan Kabidhumas disambut langsung oleh KH. Khozinul Asror pimpinan Al-Khoziny Jiput Pandeglang, Jum’at 15/01/2021.

Semantara itu Kapolda Banten Irjen Pol Dr Rudy Heriyanto, Sh, Mh , M.B. menyampaikan jargon ‘Pendekar Banten’, mengandung pesan personel Polda Banten, harus jadi polisi yang empati, mengayomi dekat dengan rakyat, “Sosok Pendekar Banten ini, harus ada di semua Personel Polda Banten dan Polres jajaran, kita harus memiliki komitmen bersama untuk menjadi polisi yang Empati, mengayomi dan dekat dengan rakyat Banten,” Ujar Irjen Rudy.

Diketahui, program ‘Pendekar Banten’ itu terdiri atas 12 program yakni Ngaji Bareng Kapolda, Rukun Ulama Umaro, Yuk Ngopi Wae, Subuhan keliling, Saba Pesantren, Sowan Sesepuh, Ronda Siskamling, Guyub TNI-Polri, Sinergi 3 Pilar, Warung Jum’at, Polisi Sayang Anak Yatim, dan Penguatan Manajemen Media.

Sedangkan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan, bahwa kegiatan Seba pesantren Pandekar Banten turut di hadiri oleh komunitas Pajero Indonesia Club (PIC) Mukti Ali.SH., M.Kn. silaturahmi yang bertujuan guna memperkuat sinergi kepada ulama dan umaroh serta untuk merajut kebhinekaan merawat keberagaman, ” Seba pesantren sesuai dengan 12 program Kapolda Banten dalam jargon Pendekar Banten yaitu Polisi yang empati, ngayomi, dan dekat dengan rakyat Banten. Jelas Edy Sumardi.

“Kami dari Kepolisian Daerah Banten berharap dapat berkerjasama dengan tokoh agama masyarakat sehingga kami Sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dapat mengetahui apa permasalah dan harapan masyarakat. Sehingga hal-hal yang kecil, tidak akan menjadi besar”, ungkap Edy Sumardi. (**)