Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Analis pasar modal: Meski ada vaksinasi kemungkinan investasi masih tersendat

862

Jakarta, SUARA TANGSEL – Investasi diperkirakan masih akan tersendat di awal tahun ini, meski ada harapan ekonomi akan membaik karena program vaksinasi sudah berjalan .

Analis pasar modal Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen positif dari dalam negeri menjadi peluang semakin meningkatnya investasi portofolio pasar modal Indonesia, namun tidak sama halnya dengan investasi langsung.

Menurut Ibrahim, investasi langsung ke Indonesia kemungkinan masih akan tersendat karena masih adanya pembatasan orang yang keluar masuk Indonesia.

“Investasi langsung kemungkinan masih akan tersendat. Karena sampai saat ini pun pemerintah masih melarang warga negara asing masuk ke Indonesia.”

“Larangan bisa saja diperpanjang sampai Februari. Ini yang akan sedikit menghambat laju investasi,” ujar Ibrahim, Rabu 13 Januari 2021.

Meskipun Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), sambung Ibrahim, menyebut bahwa aka nada pemindahan investasi ke Indonesia, sebagai contoh perusahaan asal Korea Selatan Hyundai.

“Tapi bisa jadi investasi itu baru masuk ke Indonesia di kuartal kedua atau ketiga karena adanya pembatasan ini,” kata Ibrahim.

Hal tersebut dikarenakan kondisi saat ini belum bisa dikatakan sudah membaik akibat pandemi. Bahkan, negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang pun melakukan pembatasan orang asing yang masuk ke negaranya.

Di sisi lain, vaksinasi dinilai akan memperkuat kepercayaan para investor akan kondisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi di Indonesia.

Karenanya, Ekonom dari CORE Indonesia Piter Abdullah menekankan perlu dukungan semua pihak agar program vaksinasi berjalan lancar dan sukses.

“Kita menghadapi pandemi ini harus bersama-sama. Kekompakan itu sangat penting, jangan justru memunculkan kegaduhan.”

“Simple-nya kalau ada yang tidak sependapat dengan vaksin, ya jangan jadi provokator untuk tidak melakukan vaksin,” tukas Piter.

Biar bagaimana pun kepercayaan akan membaiknya perekonomian di dalam negeri menjadi modal utama para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Apalagi investasi merupakan elemen penting bagi pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi. (**)