Beranda PILKADA 2017

Gacho Sunarso : ” Tangsel Harus Bersih dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme”

33
0

Setu, SUARA TANGSEL – Ditemui di ruang kerjanya, Fraksi PADI DPRD kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jum’at (15/05), Gacho Sunarso, anggota DPRD kota Tangsel periode 2014 – 2015, kelahiran kota Surabaya, tahun 1954 ini sedang sibuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai anggota dewan.

Anggota DPRD kota Tangsel Dapil 4 Pondok Aren, yang berasal dari partai berlambang mercy (Demokrat) saat ini tercatat sebagai Anggota Komisi I  dan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD kota Tangsel.

Pria yang akrab disapa Gacho ini, terkenal sangat lantang dan berani menentang kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.  Untuk itu ia menilai pembangunan yang saat ini dilakukan di Tangsel masi belum bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Tangsel.

“Miris rasanya melihat masyarakat Tangsel belum bisa menikmati hasil pembangunan di kota Tangsel selam lima tahun terakhir ini,” kata Gacho.

Karena itu, ia berencana akan maju sebagai calon Walikota Tangsel pada Pilkada kota Tangsel yang akan dilaksanakan pada Desember 2015, nanti,

Menurutnya, beberapa  fakta yang dapat dijadikan indikator untuk menilai keberhasilan pemerintahan kota Tangsel saat ini, semisal minimnya daya serap tenaga kerja dalam struktur pemerintahan, yang hanya 0,01 %. Lebih miris lagi dari jabatan potensial yang tersedia, yang menempatinya bukan dari putra asli Tangsel, dan lain-lain. “Apakah putra asli Tangsel tak ada yang pintar? “ Tanya Gacho.

“Secara kualitatif, SDM asli putra kota Tangsel jauh lebih baik, kita bisa adu kualitas dan intelektualitasnya dengan orang-orang yang saat ini duduk di jabatan fungsional pemerintahan saat ini yang bukan asli orang Tangsel.” Ungkapnya.

Ia pun menjelaskan bahwa, ini bukan persoalan putra daerah atau bukan putra daerah, tapi sejauh mana peluang dan keberpihakan pemerintah kota saat ini mengakomodir putra asli Tangsel untuk ikut terlibat dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan di kota atau tanah kelahirannya. Sanggah Gacho untuk menghindari anggapan miring atas pernyataannya  tersebut di atas.

Untuk itu, “do’akan saja, jika tidak ada halangan insha Allah, saya akan maju sebagai salah satu calon atau kandidat pada Pilkada yang akan dilaksanakan Desember mendatang,” pinta Ketua BK DPRD kota Tangsel ini.

Ia pun menyampaikan kalau, kelak terpilih, dirinya tidak akan berpihak hanya pada satu kelompok atau golongan saja, tapi akan berpihak pada semua unsur atau elemen masyarakat Tangsel.

“Saya tidak akan berpihak pada satu kelompok atau golongan saja. Tangsel ini kan miliki kita semua, jadi tidak ada diskriminasi dalam hal ini. Pembangunan di kota ini harus dinikmati semua pihak.” Tegas Gacho.

Lanjutnya, ia pun berharap kalau pemerintahan Tangsel yang akan datang harus bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).

Sementara itu, terkait dengan Pilkada Tangsel yang akan dilaksanakan pada Desember nanti, Gacho berharap agar warga Tangsel tidak terjebak pada politik uang (Money Poltic).

“Jangan jual masa depan Tangsel di tangan orang yang tidak jelas, hanya karena uang Rp.50.000,- atau Rp. 100.000,- . Yang akhirnya nanti kita semua akan menyesal dan gigit jari untuk jangka waktu yang cukup lama, menunggu Pemilu berikutinya.” Ucap Gacho.

Ia pun menegaskan, kalau ia ingin jadikan Tangsel yang bersih. Bersih dari segala bentuk praktek kotor yang akhirnya membuat rakyat ikut menanggung beban atau akibatnya.

“Lihat apa yang terjadi dengan pemerintah kita, khususnya di Banten dan juga Tangsel, sudah ada buktikan? Mulai Gubernur, Bupati/Walikota sampai ke kepala Dinas, semuanya ditahan, itu semua karena ada sebab akibatnya, dan kita tahu sama tahu”. Ujarnya

Ketika ditanya tentang apa saja program unggulan yang akan diprioritaskannya jika terpilih menjadi Walikota Tangse pada periode mendatang. Pria yang selalu berapi-api dalam menyampaikan buah pikirannya ini menjelaskan,” saya utamakan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur.” Ungkapnya.

Terkait pemberantasan kemiskinan ia menegaskan, kenapa pemerintah kota tidak mengajak pengembang besar seperti BSD, BINTARO, GRP dan Alam Sutera untuk ikut berperan serta memberdayakan rakyat miskin yang ada di kota anggrek ini. “Masih banyak orang miskin di Tangsel, itu fakta  dan tidak dibuat-buat, memang kenyataanya mereka miskin, jangan karena rumahnya ada motor lalu mereka dianggap mampu, padahal motor itu yang ada itu digunakan untuk ngojek, dan untuk bayar cicilan saja mereka pasti belum mampu, jadi jangan dianggap tidak ada orang miskin di Tangsel.” Tegas Gacho.

Lebih lanjut ditegaskannya,” Tangsel ini kan kota kecil, hanya 7 Kecamatan, dan 54 Kelurahan. SDM mumpuni, PAD nya besar, tapi lihat saja mengatasi kesemerautan dan kemacetan di jalan raya saja tidak bisa. Belum lagi masalah sampah, dan sejumlah masalah lainnya. Percuma dong, punya tenaga ahli tapi tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada di kota ini, menurut saya paling lama 3 tahun masalah yang saya sebutkan satu demi satu tadi mestinya sudah selesai loh! “ pungkas Gacho Sunarso. [] dz/ris

 

Editor/Redaktur : Ridwan Saleh