Beranda HUKUM & PERISTIWA

Empat Cafe dan Restoran Yang Membandel di Segel Satpol PP Kota Tangsel

1263

Serpong Utara, SUARA TANGSEL – Dalam rangka penegakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Satpol PP dibantu dengan jajaran TNI, Polri Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan monitoring tempat-tempat hiburan cafe dan restoran yang ada di wilayah se-Kecamatan Serpong Utara, hal ini dilakukan guna menekan angka penularan Covid-19 agar tidak semakin bertambah.

“Bagi para pedagang kecil yang ada dipinggir jalan biarkan saja, karena memang aturannya sampai jam 22:00 wib. Namun jika memang ada kerumunan warga, yang kita bubarkan kerumunan warganya saja, untuk pedagangnya biarkan saja,” Tegas Sapta Mulyana Kabid Satpol PP Kota Tangsel pada Rabu malam (20/1).

Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan, untuk Cafe dan Restoran sesuai dengan Perwal, haruskan tutup pada pukul 20:00 wib. Dan tidak boleh menerima warga yang ingin makan ditempat yang nantinya bisa menyebabkan adanya kerumunan warga.

“Boleh buka sampai jam 22:00 wib, tapi itu harus take away atau dibawa pulang,” jelasnya.

Kemudian untuk Alfamart dan Indomart yang menjual kebutuhan bahan pokok, itu diberi izin sampai jam 22:00 wib,” lanjutnya.

Untuk monitoring kegiatan kali ini, Satpol PP Kota Tangsel telah menyegel empat cafe dan restoran di Serpong Utara yang masih membandel dengan masih saja mengijinkan adanya kerumunan warga.

“Sudah kami peringatkan sebelumnya, tapi masih saja membandel dengan masih saja ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga. Maka dari itu, kami mengambil tindakan tegas dan menyegelnya,” jelasnya.

Untuk cafe dan restoran yang membandel, akan dikenakan sanksi denda di tempat sebesar 5 juta rupiah, jika tidak mau denda ditempat, silahkan datang ke kantor untuk mengurusnya,” lanjutnya.

Camat Serpong Utara Bani Khosyatulloh yang juga ikut memantau kegiatan ini menjelaskan, monitoring ini diharapkan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat. Karena menurutnya, monitoring seperti ini sangat penting guna mencegah adanya kerumunan yang dilakukan oleh warga yang nantinya bisa berdampak pada penularan Covid-19.

“Ini kita lakukan, agar masyarakat merasa aman, seperti yang kita ketahui angka penularan Covid-19 di Tangsel masih sangat tinggi, semoga dengan adanya monitoring yang dilakukan oleh Satpol PP di bantu oleh TNI dan Polri diharapkan bisa mengingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan kerumunan dan diharapkan warga bisa mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” harapnya.

Untuk itu, mari kita semua bersama-sama menjaga dan mematuhi protokol kesehatan agar kita bisa segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, tutupnya.

Turut berpartisipasi dalam kegiatan monitoring ini, Forum Betawi Rempug (FBR) Serpong Utara, PGR Graha Raya. (**)