Beranda HUKUM & PERISTIWA

Jaringan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis Antar Provinsi, Coba Kelabui Petugas Dengan Bungkusan Kopi

673
Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil membongkar sentra pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis yang bersembunyi di salah satu apartemen di wilayah Tangsel. Foto: Muhamad Deni

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil membongkar sentra pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis yang bersembunyi di salah satu apartemen di wilayah Tangsel.

Dalam keterangannya, Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengungkapkan, ada sembilan pelaku yang berhasil diamankan di beberapa lokasi yang berbeda. Yaitu dengan inisial, AS, AN, FL, AG, VC, PR, GR, MN dan RH.

“Berawal dari penangkapan dua orang tersangka yakni GR dan MN, dan dari dua tangan tersangka, berhasil ditemukan tujuh paket Narkotika jenis tembakau sintetis seberat 92,7 gram,” ujar Kapolres Tangsel, Jum’at (10/9).

Berdasarkan keterangan tersangka GR, bahwa barang bukti berupa narkotika jenis tembakau sintetis tersebut didapat dari akun IG T_A dengan inisial AS. Kemudian Polisi berhasil menangkap AS pada Sabtu (21/8/21) disebuah apartemen di Tangerang Selatan.

Dari kamar tersebut Polisi berhasil mengamankan 14 paket narkotika jenis sintetis seberat 228,6 gram, serta serbuk warna kuning (Bibit) dengan berat Brutto 159,07 gram.

Tiga buah gelas ukur berisikan serbuk warna kuning (Bibit) dengan berat Brutto 145,82 gram, dan dua botol yang berisikan cairan basah warna kuning (Bibit) dengan berat Brutto 34,63 gram, serta berbagai peralatan masak serbuk warna kuning (Bibit) menjadi cairan/spray magic yang digunakan menjadi bahan dasar pembuatan narkotika jenis sintetis.

Dari penangkapan dua orang tersangka tersebut yakni GR dan MN, kemudian Satresnarkoba Polres Tangsel mengembangkan lagi dan dari hasil pengembangan Satresnarkoba Polres Tangsel berhasil mengamankan pelaku lainnya.

“Total ada sembilan orang tersangka penyalagunaan dan pengedar Narkotika Jenis Tembakau sintetis beserta dengan bahan bakunya yang diamankan jajaran Polres Tangerang Selatan,” jelas Kapolres.

Dari penangkapan kesembilan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa serbuk warna kuning (Bibit) mengandung Narkotika jenis (MDMB 4EN PINACA) dengan berat 2.623,2 gram, dan tembakau sintetis dengan berat 1.484,94 gram, serta bahan lainnya yang digunakan untuk campuran.

dengan adanya kejadian ini dan dengan adanya penemuan pengedar dan penyalahgunaan, Narkoba disebuah Hotel dikawasan Tangerang Selatan, Kapolres Tangsel menghimbau agar selalu waspada dan tidak terlalu cuek dengan kehadiran orang-orang baru yang ada dilingkungan.

“Peran lingkungan seperti RT, RW dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam dalam menjaga keamanan lingkungan agar tidak terjadi hal-hal yang bisa merugikan kita semua, terutama generasi muda,” himbaunya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Amantha Wijaya Kusuma, S.I.K menerangkan, para tersangka adalah merupakan pemasok bahan dasar serbuk untuk pembuatan narkotika jenis sintetis.

“Untuk cara pembuatan Narkotika jenis tembakau sintetis ini, mereka ada yang melihat caranya dari YouTube, ada juga yang diajarkan oleh sesama jaringan mereka. Dan untuk peredarannya, melalui Medsos,” ungkap Satresnarkoba.

Lebih lanjut, Amantha menjelaskan, untuk pendistribusian yang dilakukan oleh para tersangka bisa mencakup antar Provinsi, mulai dari wilayah Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Surabaya, Makasar, hingga Papua.

Sedangkan untuk modus yang digunakan oleh para tersangka untuk bisa mengelabuhi petugas terbilang cukup rapih, yaitu dengan berkedok pengiriman berupa biji kopi.

“Jadi para pelaku ini menyembunyikan barang tersebut kedalam sebuah bungkusan kopi agar bisa mengelabui pemeriksaan petugas,” jelasnya.

Atas perbuatannya, Sembilan tersangka dijerat dengan Pasal 114 (2) subsider 112 (2) subsider 129 huruf (a) dan (c) subsider 132 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (Mhd)