Beranda OPINI

Suluh News Terbaik Dalam Penggunaan Bahasa di Media Massa

562
Keterangan foto: (dari kiri) Halimi Hadibrata, Kepala Kantor Bahasa Banten, Ayu Kartini dari Suluh News, dan pemenang kedua dan ketiga, berfoto bersama usai penyerahan sertifikat, di Aula Hotel Kayana, Serang, Senin, 26/10/2020. Foto: Iskandar P Hadi

Serang, SUARA TANGSEL – Surat Kabar Umum (SKU) Suluh News dari Kota Tangerang terpilih menjadi media cetak dengan penggunaan  Bahasa Indonesia terbaik di Provinsi Banten.

Penilaian tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Kantor Bahasa Banten.

Ada 3 kategori media massa yang yakni media massa cetak, online, dan media elektronik yang dijaring melalui pengawasan penggunaan bahasanya oleh Kantor Bahasa Banten.

Penganugerahan pemenang dilakukan bersamaan dengan Diskusi Kelompok Terpumpun Penggunaan Bahasa di Media Massa Propinsi Banten, di Aula Hotel Puri Kayana, Banten, Senin, 26/10/2020.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, Halimi Hadibrata, Kepala Kantor Bahasa Banten, Willy Pramudya, mantan wartawan Kompas, dan Abdul Malik, akademisi Unsera Serang.

Halimi Hadibrata, Kepala Kantor Bahasa Banten mengatakan, pengawasan penggunaan bahasa pada media massa sudah dilakukan oleh Kantor Bahasa Banten.

Pengawasan itu meliputi: penggunaan ejaan, pemilihan kata, tata kalimat, paragraf, penalaran, dan akurasi informasi, sambungnya.

Sementara itu, Willy Pramudya lebih menyoroti pada aspek pemilihan kata dan tata kalimat yang masih kurang tepat, terutama pada beberapa media di daerah.

Oleh karena itu dirinya mengajak kepada para jurnalis untuk ” Kembali ke Bahasa Jurnalistik yang bermartabat dan mencerahkan.

Sedangkan, Abdul Malik, dalam kesempatan tersebut menyatakan, terjadinya ketimpangan dalam penggunaan bahasa di media massa dipengaruhi oleh pemilihan segmen dari media tersebut.

Media nasional sangat memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, sementara media lokal sering dipengaruhi oleh pimilihan segmen pembaca dan logat kedaerahan.

Namun demikian ketiga pembicara sepakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik itu media lokal maupun media nasional.

Wartawan: Herman