Beranda OPINI

Terkait Beredarnya Berita Pornografi Tommy Patria di Media Sosial, Ini Kronologisnya

1413
Pres confren Tommy Patria (kanan) di Cafe Naluri Cimanggis Tangerang Selatan pada Rabu (25/11). Foto: Muhamad Deni

Tangsel, SUARA TANGSEL – Tommy Patria dalam Konferensi pers di Cafe Naluri Cimanggis Tangerang Selatan (Tangsel) terkait beredarnya Vidio call pornografi menyampaikan bahwasanya dirinya sebagai Aparatur Pemerintah dan juga sebagai Lurah di Cipayung, secara pribadi punya hak untuk menjawab dari semua berita yang sudah beredar di masyarakat.

“Saya punya hak jawab terkait viralnya berita tentang saya yang beredar di media sosial, karena ini menyangkut nama baik saya dan keluarga saya,” ujar Tommy pada Rabu (25/11).

Dirinya juga mengatakan tentang adanya berita dirinya yang beredar di media sosial yang dengan sengaja menyebutkan bahwa adanya perbuatan yang tidak baik yang dilakukan olehnya, dengan bahasa memperlihatkan kelamin, kemudian diperas. Menurutnya judul tesebut sangat merugikan dirinya secara moral dan psikologi.

Menurut keterangan saat pres confren, Tommy Patria mengatakan telah di hipnotis dan kemudian dirinya diajak untuk melakukan video conference atau video call oleh seseorang yang di kenalnya lewat akun Facebook miliknya.

Kemudian dirinya juga mengaku tidak menyadari kalau diajak untuk melihat gambar porno oleh orang yang baru dikenalnya itu. Tidak hanya gambar, orang tersebutpun langsung memperlihatkan tubuhnya yang tanpa busana itu kepada dirinya, dan mencoba mengajak dirinya untuk melakukan video call, dirinya pun mengaku tidak menyadari sama sekali bawa itu ternyata adalah bukan orang, melainkan hanya sebuah gambar.

“Bukan orang, tapi hanya gambar, jadi hanya gambar yang di dampik, kemudian orang itu merekam video itu, jadi sebenarnya saya bukan video call dengan manusia tapi melainkan video call dengan sebuah gambar,” jelasnya.

Setelah vidio itu berdurasi selama 2 menit, maka terlihatlah gambar dan muka saya, dan dari situlah awal mula menjadi jebakan buat saya karena terlihat ada gambar wanita tanpa busana yang terlihat dalam Vidio tersebut, dan disitulah para pelaku memanfaatkannya untuk memeras saya,” sambungnya.

Kemudian kejadian ini dilaporkannya ke Polda metro jaya karena dirinya juga tidak mau diperas dan memang sudah terjadi pemerasan terhadapnya, kasus ini pun sudah diproses, dan ternyata pelakunya setelah dilakukan penglacakan oleh pihak Kepolisian, ternyata pelaku pemerasan tersebut berasal dari daerah Jambi. Setelah dilakukan penyelidikikan, ternyata ditemukan bukti-buktinya transfer rekening dari beberapa orang yang memang telah menjadi korban oleh si pelaku dari berbagai wilayah di Jakarta, dan juga ditemukan beberapa buku rekening yang diperlihatkan sebagai barang bukti.

“Kini pelaku sudah ditangkap sudah hampir selama 3 bulan, kejadian ini terjadi pada bulan Juni 2020. Pelaku adalah laki-laki pegawai PDAM Jambi yang berpura-pura menyamar menjadi seorang perempuan, dan si pelaku meminta uang 36 juta kepada saya. Ada tiga orang, yang satu tertangkap dan dua masih DPO,” katanya

Dirinya pun sudah menjalani sidang pertamanya, dan sudah datang ke pengadilan untuk menjadi saksi sekaligus sebagai korban untuk menjelaskan di pengadilan terkait kronologis dari kejadian yang menimpahnya, kemudian semua bukti-bukti yang dimilikinya pun sudah diserahkan ke pengadilan.

Namun ia sangat menyayangkan kenapa berita kejadian ini langsung dirilis sebelum menjadi keputusan, dan menurutnya kenapa yang diberitakan itu bukan pemerasannya, melainkan pornografinya dan seolah-olah dirinyalah yang menjadi pelakunya. Menurutnya tentu ini sangat memberatkan dirinya dan keluarga.

“Saya harap kepada Media yang memberitakan berita tersebut, setidaknya harus merilis berita baru tentang saya, kalau perlu mewawancara terlebih dahulu kepada saya, dan semoga berita ini bisa segera di klarifikasi,” tandasnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berteman di media sosial, karena pelaku kejahatan saat ini memang sudah mempunyai cara-cara yang sangat canggih untuk mengelabuhi korbannya. Karena akun di media mudah sekali untuk dipalsukan.

Muhamad Deni