Beranda TOPIK UTAMA POLITIK

Pilkada Tangsel, Survei: Benyamin Ungguli Muhamad dan Azizah

760

Kota Tangsel, SUARA TANGSEL – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebentar lagi. Pasangan calon pun mulai bergeliat meraih simpati masyarakat. Mulai dari aksi bagi-bagi hewan kurban dan sembako, hingga berwacana terkait program kerja yang akan dikerjakan 5 tahun ke depan jika jadi pemenang pada Pilkada Desember mendatang.

Pertanyaannya, apakah dengan bagi-bagi hewan kurban dan sembako serta berwacana terkait program kerja yang akan dilakukan itu dapat meningkatkan popularitas dan elektabilitas pasangan calon?

Menurut Direktur Lembaga Survei Indonesia, Sapraji, kemungkinannya sangat tipis, karena kemenangan di Pilkada itu utamanya didapat dari kampanye panjang, dari kerja taktis berdasar strategi yang jitu. Tidak bisa ada orang datang ke satu daerah lalu berkampanye sebentar dan menang. Butuh proses panjang sejak pengenalan, peningkatan popularitas, menguji akseptabilitas dan tentu meraih elektabilitas.

“Pilkada itu tidak sederhana. Bukan datang terus pasang-pasang spanduk dan buat iklan di sosial media lalu yakin menang. Sudah banyak korban Pilkada itu, kan lebih banyak yang kalah daripada yang menang. Apalagi ini di Tangsel, medan yang komplit. Pemilih emosionalnya banyak, pemilih rasionalnya juga berisik,” katanya, Senin (27/7) lalu.

Sementara itu, berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Media Inovasi Survey Independent (MISI),  yang dilakukan secara terbuka dari tanggal 1 – 10 juli 2020 dengan mengambil sampel 400 responden, yang tersebar di seluruh kecamatan di Tangsel menunjukkan bahwa tingkat keterkenalan atau popularitas, yaitu pada posisi 5 (lima) besar masih ditempati nama-nama seperti, Benyamin Davnie: 79,4%, Arsyid: 56,4%, Muhamad: 39,7%, Siti Nur Azizah: 33,7%, Suhendar: 29,3%.

“Dan tingkat keterpilihan atau elektabilitas, terjadi perubahan posisi, yaitu didapati hasil: Benyamin Davnie: 13,0%, Muhamad: 11,0%, Siti Nur Azizah: 9,3%, Suhendar: 4,6%, Arsyid: 4,0%.,”  beber Wawan, Senin (3/8).

Wawan kemudian menjelaskan bahwa, perubahan posisi tersebut bisa terjadi, karena mengukur dari tingkat keaktifkan para kandidat untuk mensosialisasikan dirinya sebagai bakal calon wali kota.

“Jadi wajar secara popularitas Arsyid banyak dikenal tetapi untuk peluang terpilihnya minim, sebab beliau jarang sekali melakukan sosialisai kepada masyarakat,” ujar Wawan.

Untuk diketahui, jajak pendapat yang dilakukan MISI ini dilakukan terhadap 10 sampel nama, calon wali kota ramai diperbincangkan di sosial media mau media massa di Tangsel, mereka adalah Benyamin Davnie, Arsyid, Muhamad, Siti Nur Azizah, Suhendar, Heri Gagarin, Rahayu Saraswati, Ruhamaben, Azmi Abubakar, dan Pilar Saga Ichsan.

Terlepas dari hasil survei tersebut, Sapraji menilai, sisa waktu lima bulan ke masa pencoblosan nanti harus dimanfaatkan oleh pasangan calon untuk turun menyapa warga. Tim pemenangan mereka harus bekerja ekstra, kreatif dan inovatif.

“Jika masih memakai cara-cara lama di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), kecil kemungkin pasangan calon akan menag dalam Pilkada nanti.”

“Kontestan harus bekerja di atas dan di bawah. Pertama dan utama harus dikenal dan disukai lalu diterima dengan tangan terbuka sehingga bisa dipilih. Kondisi sekarang ini saya kira petahana diuntungkan, karena itu momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik, saya rasa Benyamin Davnie akan menang,” pungkas Sapraji. (1st/*)