Beranda INTERNASIONAL WHO: Setiap 40 Detik Satu Orang Meninggal Akibat Bunuh Diri

WHO: Setiap 40 Detik Satu Orang Meninggal Akibat Bunuh Diri

121
0

Jenewa, SUARA TANGSEL – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terbarunya menyebutkan, satu orang meninggal setiap 40 detik karena kasus bunuh diri. Dalam laporan yang yang disampaikan pada Senin (9/9/2019), WHO mencatat bahwa jumlah tersebut lebih banyak dari pada mereka yang meninggal akibat perang.

Menggantung diri, minum racun atau dengan menggunakan senjata api adalah cara paling umum dilakukan oleh para korban. WHO mendesak pemerintah untuk mengadopsi rencana pencegahan untuk membantu warga mengatasi stres dan mengurangi peluang untuk bunuh diri.

Menurut laporan terbaru, rata-rata 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Jumlah tersebut lebih banyak daripada yang terbunuh akibat malaria, kanker payudara, perang atau pembunuhan.

WHO menjelaskan, “Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat global.” Bisa terjadi pada setiap golongan umur, jenis kelamin dan di belahan dunia mana pun.

Bunuh diri adalah penyebab utama kematian kaum muda yang berusia antara  15 sampai 29 tahun, setelah kecelakaan lalu lintas.

Hal tersebut juga berlaku untuk remaja perempuan berumur 15 sampai 19 tahun. Bunuh diri merupakan sebab utama kematian setelah melahirkan.

Secara keseluruhan jumlah pria yang melakukan bunuh diri di negara maju lebih banyak tiga kali lipat dibandingkan dengan perempuan. Sedangkan di negara dengan tingkat ekonomi menengah atau rendah, jumlah tersebut tercatat lebih tinggi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom, mengatakan bahwa membatasi tersebarnya pestisida atau formula beracun di pasar adalah salah satu cara paling efektif untuk menekan jumlah kasus bunuh diri. Hal ini berkaca dari kebanyakan kasus yang terjadi, umumnya korban meninggal dengan mengkonsumsi racun tersebut.

Di Amerika Serikat kebijakan lain diambil dengan mempersulit seseorang untuk mendapatkan senjata api.Pembatasan formula beracun diakui WHO dapat menekan angka bunuh diri hingga 70 persen.

(ST/SPNA)