Home / SUARA WARGA / Warga Villa Pamulang Tolak Pembangunan Menara BTS di Atas Tanah Fasum, Mushollah Ibnu Sabil
Menara BTS yang di Segel oleh BP2T dan belum selesai berdiri

Warga Villa Pamulang Tolak Pembangunan Menara BTS di Atas Tanah Fasum, Mushollah Ibnu Sabil

Pamulang, SUARA TANGSEL — Warga Villa Pamulang yang satu ini sedang memperjuangkan penolakan pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) yang didirikan di halaman Mushalla Ibnu Sabil, tepat di samping rumahnya di Jl. Villa Pamulang Blok CF 3 No.17.

Bagaimana tidak, pasalnya Tower BTS milik salah satu provider swasta tersebut berdiri di atas tanah milik fasilitas umum (Fasum) yang berada tepat di depan Mushalla, dan terlihat sangat beresiko untuk roboh.

Keberatan mengenai berdirinya tower BTS tersebut cukup beralasan. Bu Wahyu (59) adalah warga yang dimaksud, rumahnya persis berada di samping tower BTS tersebut, menyampaikan keluhan dan penolakan berdirinya tower tersebut kepada suaratangsel.

menara ibnu sabil
Rencana Pengurus Mushalla Ibnu Sabil akan Membangun Menara Masjid bukan Tower BTS (doc. November 2014)

“Saya merasa ada kebohongan publik disini, karena pada awalnya pengurus mushalla menyampaikan akan dibangun menara mushalla, tetapi pada kenyataannya malah dibangun tower menara telekomunikasi Base Transceiver Station” terang Bu wahyu.

Bu Wahyu menerangkan bahwa Tower BTS itu sangat riskan roboh, karena hanya di tumpu oleh tiang coran semen yang menjadi penyangga tower tersebut.

Terlihat 2 Orang Petugas Sedang Mengerjakan Pembangunan Menara Walaupun Sudah di Stop Oleh BP2T (doc : Feb' 2015)
Terlihat 2 Orang Petugas Sedang Mengerjakan Pembangunan Menara yang hampir jadi Walaupun Sudah di Stop Oleh BP2T (doc : Feb’ 2015)

“Bagaimana tidak riskan, saya tau bahwa pembangunan tower itu di kontrak selama 11 tahun. Jadi selama 11 tahun juga saya dan keluarga saya harus dibayang-bayangi ketakutan jika suatu saat tower itu roboh” kata Ibu yang bekerja di salah satu Badan Organisasi Internasional itu.

“saya sudah melaporkan masalah perizinan Menara BTS tersebut dan sudah pernah di stop izin pembangunannya oleh BP2T Kota Tangsel karena tidak memiliki kelengkapan IMB, tetapi mengapa masih bisa berjalan dan malahan sekarang sudah jadi” tambahnya lagi.

Bu Wahyu juga mengatakan akan tetap mengajukan permasalahan ini ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan Dinas Terkait, mulai dari Walikota, BP2T, Dishubkominfo, Satpol PP dan lainnya.

“Saya tetap akan menindak lanjuti permasalahan ini ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Dinas Terkait, sampai ada titik terang tentang masalah ini. Walaupun oleh pengurus Mushalla Ibnu Sabil dan pihak provider menara itu bilangnya akan menjamin tidak akan roboh, tetapi satu hal yang perlu ditekankan, tidak ada yang bisa menjamin kekuatan Hukum Alam. Jadi jangan pernah melawan Hukum Alam” tutupnya.[]hnf

Editor : AF Hanafi

Check Also

Kampung Muncar

Kampungnya Dikepung Limbah Industri, Anak Nelayan Muncar Surati Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Tangerang Selatan – SUARA TANGSEL –  Meski jauh merantau di negeri orang, Fitri anak nelayan ...

suaratangsel.com