Home / SUARA WARGA / Warga Grand Residence Pamulang Minta DPRD Tangsel Mediasikan Ganti Untung Tanah
Warga Pamulang

Warga Grand Residence Pamulang Minta DPRD Tangsel Mediasikan Ganti Untung Tanah

Serpong, SUARA TANGSEL – Tiga puluh enam warga yang tergabung dalam Paguyuban Grand Residence Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan hearing ke anggota DPRD Komisi 4 terkait tumpang tindih Izin Mendirikan Bangunan (IMB) perumahan Grand Residence dengan Jalur Tol Serpong-Cinere di Gedung IFA Lantai 3, Jalan Buaran Viktor, Serpong, Tangsel, Kamis (9/3).

Pada Tahun 2009 IMB Perumahan Grand Residence sudah terbit, tetapi sebelumnya sudah ada izin pembangunan Tol Serpong-Cinere. Ada 24 Warga yang terkena penggusuran sedangkan 12 warga hanya terkena dampak aksesnya tertutup sehingga nilai ekonomi dan manfaat atas perumahan tadi berkurang.

Juru bicara paguyuban Yuda Yunanto mengatakan, sejak tahun 2012 kami mencari keadilan jangan sampai rumah kami yang tergusur oleh pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere tidak dapat pergantian rumah dengan kualitas yang sama.

“Kita sudah menurunkan levelnya, yang dulu kita menolak pembangunan Tol Serpong-Cinere, saat ini kita meminta jalan keluar solusi kepada para pihak yaitu Developer karena kami sebagai konsumennya,” kata Yuda.

Kemudian ke Panitia Pengadaan Tanah, Lanjut Yuda, jangan hanya main gusur aja tapi juga cariin hunian buat kami.

“Ujung-ujungnya permasalahan ini ada di Pemerintah Daerah yang menyebabkan tumpang tindih IMB tadi,” ujarnya.

Warga Berharap, kata Yuda, kepada developer, panitia pengadaan tanah dan Pemda ada solusi buat kami. “Sesuai Undang-Undang kan jelas adanya ganti untung, jika akhirnya warga dirugikan berarti tidak amanah dong,” kata Yuda.

Yuda menginginkan apraisal tanah kami harus lebih besar dari yang dibeli.” Intinya jangan sampai kami dirugikan,” tegasnya.

Sementara, anggota DPRD Tangsel Komisi 4 Rizki Jonis mengatakan, permasalahan ini memang sudah lama, beberapa waktu lalu sempat di mediasi ternyata belum selesai.

“Warga datang ke kami minta dimediasi, kami juga meminta kepada BPN apabila apraisalnya sudah keluar tolong libatkan kami anggota DPRD. Mudah-mudahan harganya sesuai dengan tuntutan warga,” kata Rizki.

Saat ini kita belum mengetahui berapa harga pembebasan lahannya. “Intinya kita akan mengambil sikap jika harga gantinya sudah keluar,” pungkasnya. (YCR)

Check Also

Zjawara Indonesia

Warga Tangerang Raya dari Berbagai Profesi Deklarasikan Zjawara Indonesia

Serpong Utara, SUARA TANGSEL –  Warga se-Tangerang raya (Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang) ...

suaratangsel.com