Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Warga Garut Terima Bantuan Pangan Busuk, Ini Saran Ahli Pangan kepada Pemerintah

317

Kabupaten Garut, SUARA TANGSEL  – Sejumlah warga Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut mengeluhkan kualitas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat. Bantuan yang diterima warga busuk sehingga warga terpaksa membuangnya karena tidak layak konsumsi.

“Sejumlah barang seperti buah salak, sayuran berupa wortel kondisinya busuk, daging yang dibagikan juga sudah bau,” kata Enjang, Ketua RW 10 Desa Sukasenang di Garut dilansir Antara, Jumat (17/4).

Menanggapi hal tersebut, ahli rantai distribusi pangan Wildan S Niam mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan faktor detail dalam pendistribusian. “Kaidah-kaidah distribusi pangan harus dijalankan dengan ketat. Seperti misalnya komoditas daging beku yang masa kedaluarsanya lebih cepat dibanding beras, maka harus segera didistribusi supaya mutu dan kualitas daging tetap terjaga.” Kata Wildan saat dihubungi suaratangsel.com.

Selain itu, dia menjelaskan, proses awal mulai dari pengadaan, pengepulan, dan pengemasan, harus benar-benar dicermati karena itu dapat memperpanjang usia kedaluarsa bahan pangan.

Dia juga menyayangkan peristiwa yang terjadi di Garut agar jangan sampai terulang. “Peristiwa ini menguak betapa pemerintah kurang cermat dalam memperhitungkan detail, seperti misalnya waktu yang dibutuhkan dalam proses pendistribusian barang. Semoga tidak terulang.” Pungkasnya. (1st/Dmr/Luk)