Beranda TOP TANGSEL

Wakil WaliKota Tangerang Selatan Mengajak Masyarakat Mewujudkan Tangsel Yang Religius

136
0

Setu, Suara Tangsel – Benyamin Davnie Wakil Walikota Tangsel mengajak masyarakat khususnya Kota Tangsel untuk mewujudkan Tangsel yang religius.

Benyamin Davnie mengungkapkannya dalam seminar kerja sama antar umat beragama dalam mewujudkan Tangsel yang religius. Acara yang diselenggarakan pada Rabu (2/10/2019) bertempat di Lubana Sengkol, Setu, Tangsel.

Dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan pemuka agama di forum seminar ini memberi bukti bahwa negara ini memberikan ruang begitu nyaman bagi warganya untuk masing-masing mencari keyakinan.

” Tidak saling interpensi, patut di syukuri kita ditakdirkan menjadi orang Indonesia. Untuk itu kita patut bersyukur kepada Allah SWT, dengan kondisi yang sekarang ini,” ungkap Benyamin Davnie.

Seminar kerja sama antar umat beragama demi mewujudkan Tangsel religius ini dipilih karena memiliki peran penting bagi Kota Tangsel, dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa. Untuk itu kita harus menjaga silahturahmi meski kita berbeda keyakinan.

Benyamin juga menegaskan pentingnya agama, karena agama diciptakan untuk menciptakan kerukunan dalam kehidupan. Hidup akan tenang jika mengikuti ajaran agama.

” Karena tidak akan ada yang mengganggu kita jika kita yakin dengan ajaran agama kita. Mari kita sama-sama membangun kembali nilai-nilai agama yang ada disekitar kita untuk membangun Kota Tangsel,” katanya.

Dengan adanya pertemuan rutin seperti ini, diharapkan akan memunculkan komunikasi antar umat beragama di wilayah ini.

” Tangsel menjadi tempat untuk bersosialisasi, karena persoalan akan muncul jika kurangnya berkomunikasi,” ujarnya.

Ketua MUI Tangsel, Saidi mengatakan kegiatan ini untuk mempersatukan Tangsel sehingga sesuai dengan motonya yakni religius. Dikarenakan konflik yang sering terjadi di masyarakat biasanya tidak disebabkan oleh faktor agama, melainkan faktor non agama.

Untuk mencegah adanya koflik itu perlu dikedepankan dialog, yaitu dialog yang bertumpu atas dasar ketulusan, keterbukaan dan keterusterangan. Inilah yang diterapkan di Kota Tangerang Selatan.

(Deny)