Beranda OPINI

Wabah Covid-19 Akankah Berdampak Pada Pilkada Tangsel 2020?

253

Kementerian Kesehatan RI merilis kasus positif Covid-19 dibeberapa provinsi melalui covid19.kemenkes.go.id yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat (kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Depok, Cirebon, Bandung, Purwakarta, Cianjur), Jawa Tengah (Solo, Magelang), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Utara (manado), Bali, Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan), DI Yogyakarta (Sleman), Kepulauan Riau, dan Jawa Timur.

Salah satu diantaranya yaitu Kota Tangerang Selatan yang hingga saat ini penyebaran Covid-19 semakin massif. Disampaikan oleh juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Tangsel Tulus Muladiono data yang telah ia terima terdapat 86 orang (ODP) dan 26 orang (PDP) serta 2 orang meninggal dunia. Data 2 orang yang meninggal tersebut yaitu warga Pondok Aren dan Ciputat Timur.

Ditengah wabah Covid-19 ini Kota Tangsel juga sedang melaksanakan tahapan Pilkada 2020. Yang saat ini sedang membuka tahapan pencalonan perseorangan. Meski sampai hari ini belum ada kandidat yang mendaftarkan diri sebagai calon perseorangan, tahapan yang akan dilaksanakan selanjutnya pada bulan April 2020 mendatang yaitu proses Pencocokan dan Penelitian (COKLIT). Tahapan coklit ini akan melibatkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih yang akan bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Sedangkan wabah Covid-19 ini dalam proses persebaran melalui interaksi langsung, hal tersebut jelas akan menghambat tahapan coklit yang dilakukan PPDP. Melihat penyebaran virus ini tentu bukan hanya satu tahapan saja yang terhambat, namun sangat berdampak pada seluruh pelaksanaan tahapan pilkada 2020. Karena dalam proses tahapan Pilkada akan banyak melibatkan partisipasi masyarakat. Hal tersebut yang kemudian harus diperhatikan oleh penyelenggara pilkada 2020 khususnya KPU dan BAWASLU Kota Tangsel dalam memetakan skenario keberlangsungannya tahapan pilkada di Kota Tangsel.

Kemudian KPU Kota Tangsel juga harus segera berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya kementerian kesehatan yaitu gugus tugas yang dibentuk pemerintah dalam penanggulangan bencana Covid-19. Koordinasi ini penting dilakukan untuk menentukan langkah mitigasi, dalam pelaksanaan tahapan pilkada yang sangat mungkin beririsan dengan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Tangsel. Seperti menghidari pengumpulan orang dalam jumlah banyak, serta membatasi kegiatan masyarakat diluar rumah.

Didalam pasal 120 ayat (1) UU Pilkada (UU No.1 Tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota) dijelaskan jika suatu daerah mengalami gangguan keamanan seperti bencana alam ataupun gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaraan pemilihan tidak dapat dilaksanakan maka perlu dilakukan pemilihan lanjutan. Dalam artian tahapan dapat ditunda sampai gangguan tersebut dinyatakan aman, dan kemudian dilaksanakan kembali dimulai dari tahapan yang terhenti. Hal tersebut yang kemudian harus dipertibangkan oleh penyelenggara untuk kemudian disikapi dengan serius mengenai wabah Covid-19 yang semakin masih di wilayah Kota Tangerang Selatan. Karena yang lebih utama dari proses politik ataupun pemilihan kepala daerah adalah “kemanusian”.

Penulis : Aji Pangestu (Korda JPPR Tangsel)