Beranda OPINI

Universitas Pamulang Berduka

698

Pamulang, SUARA TANGSEL – Universitas Pamulang (UNPAM) berduka senin (01/03) tepat pukul 14.39 WIB berita itu terdengar. Inalillahi wainnailaihi raji’un (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). Qs. Al Baqarah ayat 156.

Seperti mimpi rasanya bahwa rektor yang selama ini memimpin Universitas Pamulang telah meninggal. Beliau telah meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya, hari itu terik sekali disiang hari namun menjelang sore awan mulai menghitam dan hujan pun turun, seolah alam sedang bersedih dan berkata bahwa kita telah kehilangan sosok yang luar biasa.

UNPAM berduka itu yang dirasakan oleh keluarga, rekan kerja, kolega, karyawan dan semua yang mengenal beliau. Hingga saat ini masih dilaksanakan doa bersama setiap malam untuk terus mendoakan beliau. Beliau orang baik dan semoga Allah mengampuni segala ke khilafan yang sengaja maupun tidak disengaja yang beliau lakukan.

Beliau sosok luar biasa yang dikenal sebagai pribadi yang ramah, murah senyum, sabar dan rendah hati, selalu bersahaja dalam setiap tutur kata nya, menjadi salah satu pemimpin yang sangat dirindukan. Sudah 4 hari selepas kepergian beliau Bpk . Dr. H. Dayat Hidayat, S.E., M.M meninggalkan kita, namun kenangan kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan masih terekam, teringat dan sulit terlupakan. Sosok itu begitu menginspirasi banyak orang.

Beliau menjadi rektor selama 3 periode hal ini tentunya karena beliau memiliki kinerja yang sangat baik sehingga mampu menjabat dalam jangka waktu yang cukup lama. Selama menjabat di Universitas Pamulang banyak sekali perubahan yang terjadi dan ini semua merupakan berkat kerja bersama dan tentunya atas andil beliau di dalamnya yang mampu memimpin UNPAM. Berkat bantuan beliau UNPAM mampu memiliki lembaga sertifikasi Profesi (LSP) UNPAM yang didirikan di akhir tahun 2018 demi UNPAM yang semakin berkualitas.

Bapak kami rindu dan sayang kepadamu namun Allah SWT ternyata lebih sayang dan lebih rindu pada-Mu. Dengan totalitas dan semangat tinggi serta kesahajaan mu kami belajar bahwa memilik jabatan tidak harus menjadikan kita sombong, tinggi hati, atau merendahkan orang lain, karena sejatinya ketika kita meninggal dan di hadapan Allah SWT kita semua sama.

Penulis : Yulyanah, M.Ak

Dosen Universitas Pamulang