Beranda PROFIL

Ultah 7 Tahun Mat Peci : Sungai Ciliwung Pusaka Orang Jakarta

462
Mat Peci

Jakarta, SUARA TANGSEL – Pagi itu, hari Minggu (10/1) kawasan Sungai Ciliwung area Jembatan akses UI, Depok- Jakarta, meriah dengan bunyi meriam bambu atau lodong. Masyarakat yang tergabung dalam Mat Peci atau Masyarakat Peduli Ciliwung tengah berkumpul dan merayakan Ultah yang ke- 7.

Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci), merupakan komunitas yang dibentuk oleh masyarakat yang mempunyai kesamaan pandangan terhadap kebersihan, keindahan, keasrian dan kelestarian lingkungan.

Menginjak usianya yang ke 7 (tujuh) tahun, Mat Peci mengalami pasang surut dan dinamika yang menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan Mat Peci dengan keadaan Sungai Ciliwung yang mengalami kerusakan fisik lebih banyak terjadi oleh ulah manusia, mulai dari sampah, pengambilan paksa daerah bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung untuk pemukiman dan pencemaran limbah domestik dan industri.

“ Mat Peci telah ada sebanyak 12 titik di sepanjang Sungai Ciliwung dan Krukut. Ciliwung pusaka Orang Jakarta untuk dijaga dan dilestarikan” kata Ketua Mat Peci Usman Firdaus dalam sambutan peringatan 7 tahun Mat Peci yang dihadiri Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi dan pemangku kepentingan   Sungai Ciliwung.

Usman Firdaus mengaku, Mat Peci berupaya untuk tetap eksis dalam melestarikan DAS Ciliwung yang tersisa di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dan daerah penyangga yaitu Depok dan Bogor agar tidak habis dan lenyap begitu saja akibat penyerobotan oleh manusia dan pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan DAS Ciliwung.

Seraya melansir data dari Jaringan Rakyat Sadar Lingkungan Hidup Gede Pangrango Salak (Jarak Saling GPS), yang selama ini konsen pada isu-isu lingkungan hidup dan DAS Hulu Ciliwung bahwa tutupan hijau wilayah Puncak, Kabupaten Bogor yang merupakan hulu dari DAS Ciliwung semakin berkurang, diperkirakan hanya tinggal seluas 9,2% dan semakin mengecil.

Pada periode tahun 2000 – 2009 tutupan lahan yang musnah di DAS Ciliwung mendekati 5.000 hektar. Dari enam DAS di Kabupaten Bogor yang mengalir ke Provinsi DKI Jakarta hanya DAS Ciliwung yang memiliki tutupan hijau, 3,566 hektar saja atau (12,2 %). Secara total persentase tutupan hutan dari enam DAS yang mengalir ke Provinsi DKI Jakarta hanya 4,30 %, sangat kritis untuk menyangga wilayah ibukota. Kawasan DAS Ciliwung memiliki luas total hampir 39.000 hektar dan 29.000 hektar berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Degradasi kawasan puncak dan menurunnya daya dukung lingkungan berdampak terhadap persoalan lingkungan. Jika selama ini kawasan puncak selalu dikaitkan dengan persoalan banjir di Jakarta, ternyata persoalan lingkungan di hulu juga terjadi dengan semakin berkurangnya sumber mata air seiring dengan hilangnya fungsi serapan air.

Dalam Milad ke-7 (tujuh) yang dihadiri Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi   mencanangkan Gerakan Bersama Masyarakat Untuk Ciliwung, “Selamatkan dan Lestarikan yang Tersisa”, diawali dengan pemukulan Kentongan, sebagai pertanda kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan DAS Ciliwung serta lingkungan sekitarnya.(GN)