Beranda HUKUM & PERISTIWA

Turap Jebol, Pemkot Tangsel Terjunkan Petugas Gabungan dan Dua Alat Berat

657

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU)) Kota Tangsel bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Sejak terjadinya musibah longsor di wilayah Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat terus melakukan penanganan pasca bencana.

Hal yang dilakukan pertama adalah normalisasi saluran air di Kali Ciputat yang tersumbat tanah dan material lainnya, Sabtu 12 Juni 2021 hingga pukul 23.23 Wib. Kegiatan normalisasi saluran air tersebut menggunakan alat berat breacker yang terus melakukan pembongkaran beton agar alat berat dapat leluasa melakukan pembersihan timbunan longsor.

Hasilnya, aliran Kali (sungai) Ciputat yang bermuara ke Kali Angke saat ini telah terbuka dan beberapa pemukiman yang sebelumnya tergenang akibat limpahan air Kali Ciputat telah surut.

“Maksimal 4 hari pekerjaan normalisasi, tapi kita akan kerjakan secara maksimal. Setelah pembersihan berhasil dilakukan, maka langkah selanjutnya dilakukan memperkuat tanah dengan cerucuk dari bambu,” ungkap Kepala DPU Kota Tangsel, Aries Kurniawan, saat meninjau lokasi banjir, Sabtu (12/6/2021).

Sementara, Tim Reaksi Cepat Dinas PU Tangsel sudah berada di lokasi sejak Jumat malam (11/06) dengan menurunkan Alat berat untuk melakukan penanganan darurat.

Pada Sabtu pagi hingga siang (12/06) Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie juga meninjau langsung kondisi di Komplek Nerada Estate. “Saya sudah minta kepada petugas yang lain untuk standby selama pekerjaan ini berlangsung, dari Dinas PU, BPBD dan Dinas Sosial secara bergantian posko di sini dan berkoordinasi dengan RT di sini,”ujarnya.

Pemerintah Kota Tangsel menerjunkan petugas gabungan terdiri dari BPBD Kota Tangsel, Satlinmas Satpol PP, Dinas Sosial, Polres Tangsel, dan Kodim terus bersiaga di lokasi memberikan bantuan dengan mendirikan dapur umum tidak jauh dari lokasi.

Sedangkan Kepala Bidang SDA Kota Tangsel Mahyudin Mahmud hingga malam terus memantau pembersihan material longsor.

“Hasil survei kami kemarin (Jumat-Red), dan pengecekan di lapangan Dinas Pekerjaan Umum tidak pernah ada pengerjaan di segmen yang roboh tersebut,” ungkap Mahyudin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBWSCC juga meninjau kondisi terakhir di lokasi.

Pihak BBWSCC membantu kisdam dan menurunkan alat berat Long Arm Excavator dan Mobile Lighting.

“Pekerja akan kami lemburkan dan pembersihan material di sekitar lokasi longsor sehingga air tidak masuk lagi ke perumahan Narada Estate,” ungkapnya saat ditemui di lokasi semalam.

Hingga Sabtu, (12/6) Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel di bantu BBWSCC telah menerjunkan 4 (empat) alat berat dan satu mobil Lighting untuk pengerjaan malam hari. Penanganan sementara membongkar pagar Precast di perumahan Narada Estate agar aliran air yang masuk dapat dikembalikan alirannya ke Kali Ciputat

Sementara, di perumahan Griya Satwika menutup dinding yang longsor dengan terpal agar tidak membahayakan saat dilakukan pekerjaan excavator breaker menghancurkan dinding turap beton yang roboh, memasang kisdam. Penanganan jangka panjang akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota.

Musibah ini terjadi pada hari Jumat malam (11/06) pukul 20.30 wib saat hujan lebat disertai angin kencang, yang mengakibatkan terkikisnya pondasi turap beton setinggi kurang lebih 7 meter di perumahan Griya Satwika Telkom Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur yang menutup aliran Kali Ciputat dan menimpa 3 rumah di bawahnya yang berada di Komplek Narada Estate Kelurahan Cipayung, dari kejadian kemarin tidak ada korban jiwa.

Terlihat di lokasi bahwa rumah yang tekena longsoran, berada di bibir sungai hal ini akan dikaji kembali kesesuaiannya dengan peraturan yang ada.

*/Fahmy