Beranda PELAYANAN BP2T TANGSEL

Tingkatkan Layanan Perijinan, BP2T Kota Tangsel Terapkan Sistem PTSP dan PTSA Berbasis Teknologi Digital

188

bp2t

Serpong, SUARA TANGSEL – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan perijinan BP2T  telah menerapkan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) berbasis teknologi digital.  Diharapkan dengan digitalisasi sistem PTSP dan PTSA ini semua proses perijinan di Kota Tangsel dapat berjalan dengan mudah, cepat, dan pasti.

Model pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) diterapkan untuk melakukan proses ijin yang dikelola oleh BP2T dan model pelayanan terpadu satu atap (PTSA) diterapkan untuk mengelola persyaratan ijin/rekomendasi dari masing-masing dinas teknis penerbit rekomendasi.

Dua model ini (PTSP dan PTSA) pada prinsipnya adalah memberikan pelayanan dalam satu tempat bagi masyarakat. Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk mempermudah, mempercepat dan memberikan kepastian waktu serta biaya, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Karenanya, sesuai komitmen Pemkot Tangsel yang telah merombak sistem birokrasi perijinan dengan mempermudah, mempercepat dan memberikan kepastian waktu serta biaya, maka pada tahun 2014, lalu. Kota Tangerang Selatan yang diwakili BP2T berhasil masuk kedalam Top 99 Inovasi Layanan Publik Indonesia. Dan, meraih penghargaan bergengsi berupa SN ISO 9001:2008 dari Sucofindo.

Model layanan sistem PTSP dan PTSA ini dapat dioperasikan di satu tempat oleh perangkat daerah yang berkaitan antara bidang perijinan, dilakukan dengan menempatkan petugas perwakilan dari masing-masing Dinas terkait.  Antara lain, Dinas Tata Kota Bangunan dan Permukiman, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Pendidikan, Badan Lingkungan Hidup Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Kantor Pemadam Kebakaran, Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kantor Pajak Pratama Serpong.  Dengan demikian, masyarakat akan dipermudah, dan tidak perlu lagi di repotkan ketika hendak mengurus kelengkapan dokumen perijinan di Kota Tangerang Selatan.

Inovasi yang dilakukan BP2T ini merupakan suatu bentuk implementasi kebijakan Walikota Tangerang Selatan,  Airin Rachmi Diany yang  pada tahun 2013 telah menginstruksikan agar :

a) Seluruh perijinan harus masuk ke PTSP

b) PTSP terbagi dua (Pelayanan Sosial Kemasyarakatan dan Pelayanan Ekonomi   Pembangunan)

c) Cari model/sistem pengembangan PTSP yang sangat tepat bagi Kota Tangerang Selatan

d) Masing-masing SKPD harus rela menyerahkan perijinan ke PTSP

e) Semangat PTSP adalah semangat memberikan pelayanan perijinan dalam satu tempat bagi masyarakat.

Instruksi Walikota tersebut  akhirnya dapat direalisasikan dalam bentuk pelayanan perijinan yang dikenal dengan sistem PTSP dan PTSA dan dikelola lansung oleh BP2T Kota Tangsel. Sistem pelayanan ini juga didukung oleh system informasi yang dinamakan SIMYANDU (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu), sistem tersebut berbasis webbased yang memungkinkan untuk dapat diakses bukan hanya di dalam internal BP2T melainkan dapat diakses juga dari luar, semisal dari Kantor Walikota maupun dari tempat lainnya selama memenuhi kriteria keamanan sistem yang di jalankan.

Selain Simyandu, BP2T juga mempunyai sistem dashboard yang berfungsi untuk memantau perijinan secara realtime, sistem ini dapat dijalankan dengan menggunakan mobile phone / smart phone. Selain itu ada juga beberapa sistem lainnya yang sudah diterapkan di BP2T dalam rangka mendukung PTSP dan PTSA dianataranya adalah SMS Gateway, Digitalisasi Arsip, dan beberapa sistem digitalisasi lainnya yang menunjuang pelayanan perijinan yang mudah, cepat, pasti dan biaya yang ringan.

Saat ini BP2T Kota Tangsel juga sedang mengembangkan sistem pelayanan dengan menggunakan konsep Bisnis Intelegensi (BI) dimana sistem tersebut dibuat sebagai kontrolling , dan melengkapi Website BP2T dengan sistem pengaduan dan form pengecekan berkas pemohon, sehingga pemohon dalam hal ini dapat men-cek secara langsung posisi berkas perijinan yang mereka miliki masing-masing.

Beberapa sistem tersebut di atas didukung juga dengan jaringan komputer dan server yang dimiliki, saat ini BP2T Kota Tangsel telah membangun jaringan LAN (Local Area Network) dengan konsep pembagian 8 subnet dan memiliki 2 buah server yang berfungsi sebagai server utama dan server backup (server internal).

BP2T Kota Tangsel juga telah menyewa server dari luar sehingga meskipun server internal mati atau ada gangguan maka sistem pelayanan masih dapat dijalankan. Dan, untuk mengamankan server dari gangguan pihak luar BP2T juga telah memasang pengamanan dengan Firewall dari Cisco.

Sebelum menetapkan sistem pelayanan perijinan dengan konsep PTSP dan PTSA,  BP2T Kota Tangsel telah melakukan studi banding ke beberapa daerah diantaranya Cimahi, Bali, Malang dan Makassar.

Wujudkan pelayanan perijinan dengan cepat dan pasti.

Untuk mewujudkan pelayanan perijinan yang maksimal kepada masyarakat, BP2T Kota Tangsel terus berbenah diri, dan salah satu dari peningkatan pelayanan itu BP2T melandasi  upaya itu dengan moto “Dengan PTSP dan PTSA Kita Wujukan Pelayanan Perijinan Cepat dan Pasti”.

 

bp2t 2
Foto : Layanan Perijinan di Kantor BP2T Kota Tangerang Selatan

Sebelumnya, pengurusan perijinan  IMB di Kota Tangsel membutuhkan waktu yang relatif lama, karena selain jarak antara satu Dinas dengan Dinas terkait lainnya berjauhan, proses pengerjaan perijinan saat itu juga masih menggunakan cara manual. Namun, setelah sistem  PTSP dan PTSA diterapkan dengan menggunakan teknologi digitalisasi  kendala-kendala tersebut di atas dapat diatas.

Selain itu, BP2T Kota Tangsel juga telah berinovasi untuk melakukan pelayanan ke masyarakat dengan membuka loket atay gerau pelayanan di setiap hari Sabtu untuk  melayani masyarakat Kota  Tangsel dengan baik, agar masyarakat Kota Tangsel dapat mengurus ijin tanpa ada perantara atau calo. (Sumber: BP2T Kota Tangerang Selatan/Hendra/Ris).

 

Redaksi/Editor : Hendra JR