Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Terorisme yang Berasal dari Dalam Negeri Lebih Mudah Diberantas

289

Jakarta, SUARA TANGSEL — Mantan Kepala Datasemen Khusus (Densus) 88 Irjen Pol Tito Karnavian menyatakan, terorisme yang berasal dari dalam negeri lebih mudah diberantas dibanding terorisme yang berasal dari luar negeri.

Dilansir dari sindonews.com, hal tersebut dinyatakan pada Konferensi Radikal dan Deradikalisasi di Pusat Kebudayaan Jerman, Jalan Sam Ratulangi, Kamis (26/11/2015).

“Untuk memberantas homeground terorisme kita mampu, karena bibitnya, akarnya memang berasal dari dalam. Tapi untuk memberantas terorisme impor itu yang lebih sulit,” ujar Tito.

Tito, mengutip buku Devils Game karya Robert Dreyfuss, mengatakan terorisme impor diciptakan oleh negara-negara Barat, untuk mengalahkan hegemoni Uni Soviet. Oleh karena itu hanya negara-negara Barat yang bisa memusnahkannya.

Terorisme dalam negeri, menurut Tito, berasal dari dua sumber. Sumber pertama adalah dari dalam negeri dan sumber kedua berasal dari luar negeri.

“Ada homeground terorisme. Terorisme yang tumbuh di dalam negeri, yakni NII yang dipimpin Kartosuwiryo. Lalu ada terorisme impor, yang berasal dari Afghanistan, yang berwujud Jamaah Islamiah (JI),” ucap Kapolda Metro Jaya ini.

Beberapa waktu belakangan ini muncul video berjudul “Seruan Sang Komandan” yang berdurasi 9 menit 35 detik dan diklaim berasal dari kelompok teroris Santoso, yang berisi ancaman bakal mengibarkan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Istana Negara dan akan menghancurkan Mapolda Metro Jaya yang beredar di internet.

“Saya tidak menutupi memang ada (sel ISIS). Seperti di daerah Tangerang Selatan, (yakni) Pamulang,” ungkap Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, pada Rabu lalu (25/11/2015).

“Kita tidak boleh underestimate. Kita tetap lakukan pengamanan,” katanya.(*/bes)