Home / SUARA BANTEN / KOTA SERANG / Terkait Amburadulnya Manajemen RSUD Banten Yang Menjadi Polemik Sampai Saat ini

Terkait Amburadulnya Manajemen RSUD Banten Yang Menjadi Polemik Sampai Saat ini

Serang, SUARA TANGSEL  – Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten yang semula direncanakan menjadi RS rujukan di Banten hingga kini terus menuai persoalan. Mulai dari pembebasan lahan, pembangunan gedung, pengadaan alat kesehatan (alkes) hingga manajemen pengelolaan rumah sakit sarat dengan masalah. Saat ini aksi mogoknya sejumlah dokter spesialis sebagai protes terhadap amburadulnya manajemen RSUD Banten justru diancam oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan sanksi peninjuan kembali kontrak kerja bahkan bisa dilakukan pemecatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Kurdi Matin menegaskan, jika para dokter spesialis terus melakukan aksi mogok maka akan berdampak terhadap pelayanan medis bagi masyarakat. Karena itu, Pemprov Banten akan mengambil sikap untuk meninjau kembali kontrak kerja para dokter spesialis tersebut.

Bahkan Sekda Kurdi Matin mengisyaratkan pemecatan terhadap dokter spesialis yang terus melakukan aksi mogok. “Aksi mogok para dokter spesialis akan merugikan pelayanan rumah sakit. Kami akan melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan untuk meminta bantuan mengirimkan dokter spesialis guna bekerja di RSUD Banten. Hal itu terpaksa akan kami lakukan jika dokter spesialis yang sekarang bekerja di RSUD Banten terus melakukan aksi mogok,” tegas Kurdi di Serang, Rabu (25/3).

Menurut Kurdi, alasan yang digunakan oleh para dokter spesialis dalam aksi mogok tersebut yakni belum dibayar hak insentif jasa medis, sama sekali tidak benar. “Pihak manajemen RSUD Banten telah membayar hak mereka (dokter spesialis) selama tiga bulan. Kami telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Banten Sigit Wardojo merangka Kepala Dians Kesehatan Banten,” jelas Kurdi.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Cepi Safrul Alam mengancam akan mengirimkan ‎catatan buruk atau blacklist bagi para dokter yang melakukan aksi mogok kepada sejumlah RS di Indonesia. Tujuannya agar seluruh rumah sakit tidak mudah mempekerjakan mereka.

“Mereka (dokter spesialis non PNS di RSUD Banten) itu memiliki rasa kemanusiaan sangat rendah. Kalau memamg ingin mundur, mundur saja. Jangan melakukan tekanan ke RSUD dengan cara mogok,” tegas Cepi.

Sementara itu, salah satu dokter spesialis di RSUD Banten yang tidak mau namanya ditulis mengaku mengaku sangat terkejut dengan pemberitaan yang balik menyerang mereka. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan para dokter terhadap manajemen yang terjadi di RSUD Banten.

“Melihat reaksi pimpinan seperti itu, berarti memang tidak ada good will dari Pemprov Banten. ‎Kami tidak menunggu dipecat. Sekarang saja sudah banyak yang mengundurkan diri. Kalau terus membohongi dokter saya khawatir RSUD Banten juga di-black list di masing-masing kolegium profesi untuk melarang dokter-dokter baru bekerja di RSUD Banten,” katanya.‎

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

logo SMSI

Inilah Susunan Pengurus SMSI Banten Periode 2017-2022

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten periode 2017-2022 ...

suaratangsel.com