Beranda TOP TANGSEL

Tak Kantongi Izin, Puluhan Kios Milik PT Jaya Real Properti Disegel

384
Segel Kios Otomotif

Pondok Aren, SUARA TANGSEL –  Puluhan kios yang rencananya diperuntukkan untuk menjual barang-barang otomotif di Sektor VII, Jalan MH Thamrin, Pondok Jaya, kecamatan Pondok Aren yang tidak mengantongi izin dan didirikan di atas lahan sengketa disegel Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T)  kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kios-kios tersebut dipastikan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari BP2T kota Tangsel. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Wasdal Bangunan Irfan Santoso di kantornya, Kamis,(24/3) lalu. “Yang jelas bangunannya belum ber- IMB dan sudah dilakukan tindakan dengan mengeluarkan SP4B dan memasang papan penyetopan. Proses selanjutnya ada di tim penegak Perda,” ujarnya.

Selain tidak memiliki IMB, dari keterangan pihak kuasa hukum ahli waris lahan tempat di mana kurang lebih 70 kios itu berdiri, ternyata lahan itu bukan milik PT. Jaya Real Jaya Properti, sebagai mana ditegaskan dalam Salinan Resmi putusan Mahkamah Agung (MA) dalam Perkara Perdata Nomor 735/PDT/2005. “Putusan Mahkamah Agung telah menjadi bukti bahwa kios-kios itu berdiri di tanah klien saya, yakni Teun Bin Gebeng dan ahli waris yang lainnya. Ini sudah jelas melanggar hukum, dengan mendirikan bangunan permanen di atas tanah yang ada pemiliknya” tegas Sufrensi A. Manan, SH, MH, selaku kuasa hukum ahli waris, saat memberi keterangan kepada wartawan (27/3).

Sementara itu, dari pantauan wartawan suaratangsel.com di lapangan puluhan kios yang sudah rampung dibangun dan ditempati para penyewanya itu Senin (28/3) kemarin dipaksa tutup oleh Satpol PP kota Tangsel yang dipimpin Kasie Trantib Prana Jaya.

Satpol PP juga melakukan penyegelan pintu masuk dan keluar di kawasan yang diperuntukkan untuk jual beli barang-barang otomotif itu, bahkan beberapa buruh bangunan yang masih melakukan finishing diminta untuk menghentikan kegiatannya.

Hingga berita ini dipublish pihak PT Jaya Properti  belum bisa dimintai keterangan perihal penyegelan puluhan kios yang dibangun  di atas lahan sengketa itu.  (Ris)