Home / SUARA BANTEN / KOTA TANGSEL / Tak Diperhatikan Perusahaan, Karyawan PT. Bika Parama Cipta, Demo
Aksi Demo 200 Orang Karyawan PT. BPC di Pamulang, Tangsel (1/7/2015)

Tak Diperhatikan Perusahaan, Karyawan PT. Bika Parama Cipta, Demo

Pamulang, SUARA TANGSEL —  Aksi Demo 200 orang karyawan PT. Bika Parama Cipta (BPC), pada hari ini, Rabu (1/7) menuntut agar manajemen mau bersikap transparan terkait dengan BPJS Tenaga Kerja, Tunjagan Jabatan, dan PHK tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PT. BPC yang beralamat di Jalan Moh. Toha No. 18 Kecamatan Pamulang, Tangsel , dan bergerak dibidang furniture ini, dinilai tidak peduli dengan kesejahteraan karyawannya. 200 orang karyawan yang melakukan aksi demo tersebut mengatakan bahwa manajemen PT BPC hanya memperkaya diri mereka sendiri.

” Uang tunjangan jabatan hilang, tidak ada BPJS, bahkan air minum saja tidak disediakan.  Manajemen perusahaan ini hanya  memperkaya dirinya saja,” jelas Supardi (53) salah satu karyawan  yang sudah bekerja sejak tahun ‘86, Rabu ( 1/7).

Hingga siang tadi, aksi demo ini belum ditanggapi atau mendapat respon dari perusahaan. Sementara, Pamdal PT. BPC tetap berjaga-jaga, dan tidak mengizinkan media untuk melakukan peliputan di lingkungan perusahaan.

Wahyudin, salah satu karyawan PT. BPC bahkan menuding kalau Dinsosnakertrans Kota Tangsel ada main mata dengan manjemen,  karena perusahaan tempatnya kerja  kerap kali di dikunjungi pihak Dinas, dan karyawan sudah berkali kali mengadukan ke Dinsosnakertrans namun tidak ada tanggapan.

Kerangan lain yang diperoleh dari karyawan PT. BPC  bahwa dalam hal pengangkatan karyawan kontrak dan harian manajemen perusahaan tidak pernah mengacu kepada aturan yang ditetapkan pemerintah khususnya UU Naker No.13 Tahun 2003. Ketua serikat pekerja bahkan sudah beberapa kali lapor ke Dinas namun tidak ada tanggapan.

” Selama ini, kami sudah berkali-kalli musyawarah dengan manajemen dan melapor ke Dinsosnakertrans
namun perusahaan masih tetap ingkar janji, meski perjanjiannya  berulang kali ditangani di atas meterai,” Harso, karyawan yang juga wakil ketua SP di PT BPC.

Ia menambahkan, pernah saat perundingan dengan Dinsoskertrans,  pada tanggal, 27 April 2015 tentang  perjanjian biipartit antara PUK manajemen perusahaan dan Dnsosnakertrans, Tuah Rusli sempat menaruh pistol diatas meja saat perundingan digelar di perusahaan.

“Pernah suatu waktu ketika kami mengadakan perundingan dengan manajemen perusahaan dan disaksikan oleh pegawai Dinsosnakertrans, dan sudah menandatangani perjanjian kami malah diintimidasi.” Kata HR salah satu karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya.

Infomasi dari karyawan lain, Kamari, menyampaikan kalau Mess tempat menginap karyawan saja harus dibayar, bagi karyawan yanag menginap di Mess  dikenakan biaya Rp.30.000,00 – Rp.50.000,00 per kamar. Kamar bagian atas Rp.30.000,00 dan kamar bagian bawah Rp.50.000,00. Kurang lebih ada sekitar 80 orang karyawan yang menginap di Mess.[]

Jurnalis : Hendra Jaya

Editor : Ridwan Saleh

Check Also

IPPMK JADETABEK GELAR PEMILIHAN KETUA UMUM SECARA E-VOTING

Bagikan melalui WhatsAppCiputat, SuaraTangsel- Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPPMK) JADETABEK menggelar Rapat Akbar ...

suaratangsel.com