Beranda SUARA BANTEN

Semaraknya Pawai Ta’aruf MTQ XII Provinsi Banten, di Lebak

159
ranokarno 2
Plt. Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno Saat Diberikan Bingkisan  (Foto: Hanafi)

Lebak, SUARA TANGSEL – Teriknya matahari yang menyengat kulit peserta Pawai Ta’aruf MTQ XII Tingkat Provinsi Banten tahun 2015, di Lebak pada Selasa (17/3/2015) tak mengurangi kemeriahan acara ta’aruf tersebut.

Warga yang ikut menyaksikan pawai ta’aruf  tersebut berdecak kagum melihat para kafila dari berbagai daerah di Provinsi Banten yang begitu bersemangat dan antusias mengikut acara tersebut. Tidak ketinggalan Plt Gubernur Banten Rano Karno pun terlihat begitu ceriah menyaksikan acara ini dari atas panggung kehormatan bersama sejumlah pejabat dan kepala daerah di Provinsi Banten, Ia bahkan terlihat antusias. menyaksikan acara ta’aruf, bahkan ia mengaku meski sudah tiga kali menyaksikan pawai ta’aruf MTQ, namun pawai ta’aruf kali ini dianggapnya adalah yang paling lama dan meriah, mulai dari pukul 14.00 – 18.30 Wib.

MTQ
Salah satu Pagelaran seni yang di tampilkan di acara MTQ XII / foto hendra jaya R4

“Selama tiga kali pawai ta’aruf, ini yang paling lama, seperti pameran pembangunan. Saat ini kita kasih toleransi, namun ke depan harus diatur betul (waktunya-red). Ini juga terjadi karena antusias warga,” ungkap Rano Karno kepada wartawan seusai menyaksikan pawai ta’aruf di panggung kehormatan MTQ XII tingkat Provinsi Banten.

Menurut Rano, pawai ta’aruf yang berjalan lama ini karena para kafilah atau peserta pawai ingin menunjukkan bahwa Banten memiliki potensi dengan berbagai program yang menggunakan pendekatan religius. “Banyak program pemerintah daerah, baik itu kabupaten atau kota melaksanakan program yang religius, seperti “magrib mengaji”. Ini lebih kepada pendekatan religi,” ungkap Rano.

bocah silat suaratangselRano membantah bila pelaksanaan pawai ta’aruf selesai menjelang acara puncak pembukaan MTQ sebagai acara seremonial semata. Kata dia, acara seperti ini memang sudah memiliki standar pelaksanaannya. “Intinya silaturrahmi, lebih khusus kepada kita yang lebih pada pengembangan tilawatil Quran,” ungkap Rano.

Sementara bagi Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya, pawai ta’aruf mengerahkan ribuan pegawai dan masyarakat karena ingin mempromosikan pembangunan yang sudah ada di Kabupaten yang menyandang status daerah tertinggal ini. “Pawai ta’aruf ini menjadi pawai pembangunan yang ada di Kabupaten Lebak. Ke depannya menjadi daerah agro industri,” ungkap Iti.

Iti mengatakan, pada pawai ini kafilah dari daerah yang dipimpinnya ini berusaha menampilkan yang terbaik dan menunjukan bahwa Kabupaten Lebak juga memiliki potensi yang tidak kalah dengan daerah lain di Provinsi Banten. “Tentu kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara pawai ta’aruf ini,” imbuh Iti. [] Hanafi / Hendra RJ4