Beranda PROFIL

Subari Martadinata, Sang Inisiator Lahirnya BAMUS Tangsel

674
Subari Martadinata dan Keluaraga

Ciputat Timur, SUARA TANGSEL – Subari Martadinata bukanlah siapa-siapa, bukan seorang  yang berangkat dari latar belakang organisasi tertentu dengan jabatan strategis, Dia berasal dari keluarga sederhana, pernah merasakan hidup melang-lang buana ke berbagai daerah,  yang menjadikannya sosok  yang  memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap kepentingan orang banyak, ditemui di kediamannya di Jl. Tarumanagara Gg. Karya No:8 Rt03/Rw01, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Subari banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya, harapan dan keinginannya sebagai Ketua Umum Ormas Badan Musyawaran Tangsel, BAMUS Tangsel.

“Saya lahir dari keluarga Betawi, Ibu saya Betawi Rawa Belong, Bapak saya Betawi Ciputat, keluarga saya adalah keluarga yang sederhana, pada saat saya masih sekolah, saya pernah jadi kondektur bus untuk membiayai ongkos dan tambahan biaya sekolah, bahkan setelah saya berumah tangga saya pernah meraskan jadi tukang ojek, dalam hidup saya tidak pernah mau bermimpi yang  muluk-muluk, semua berjalan apa adanya saja, pengalaman saya tinggal di daerah lain membuat saya bisa melihat banyak hal, dari situ saya banyak belajar tentang bagaimana arti hidup bermasyarakat,” ujar Subari yang akrab disapa Bang Barry.

Berangkat dari hal tersebut, Pria kelahiran, 1 Janurai 1971, Cirendeu,Tangerang, yanng sekarang menjadi Kota Tangerang Selatan ini begitu kritis terhadap kepentingan masyarakat, inilah yang mendorongnya berupaya berpikir lebih serius bagaimana memajukan kota kelahirannya.

Suami dari Okta Dwi Rahmawati ini mencoba menghimpun tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di Tangsel yang kemudian menginisiasi terbentuknya suatu wadah atau oragnisasi masyarakat yang disepakati diberi nama Badan Musyawarah Tangerang Selatan (BAMUS Tangsel).

“Banyak permasalahan masyarakat yang tidak sepenuhnya dapat ditangani pemerintah, baik pusat maupun kota, dan dalam menanganinya saya menilai pemerintah sudah bagus, tapi diperlukan juga peran aktif dari masyarak, tentunya akan lebih baik untuk dapat membantu pemerintah berbuat lebih dari apa yang sudah dilakukan,  menurut pemikiran saya, beberapa hal, terkait hal tersebut sebenarnya simple saja, masalah konflik antar kelompok misalnya, saya melihatnya hal itu terjadi karena sudah berkurangnya nilai-nilai persaudaraan yang disebabkan kurangnya silahturahmi, dan itulah salah satu alasan utama BAMUS Tangsel ini dibentuk,” jelas Subari, ayah dari 4 orang anak, penggemar ikan Koi ini.

Bang Barry juga menambahkan bahwa tujuan dan alasan utama dirinya bersama Julham Firdaus dan beberapa tokoh mudah lainnya membentuk Bamus Tangsel.

“Seperti yang sudah saya sebutkan, silahturahmi adalah salah satu dasar alasan saya dan teman-teman membentuk BAMUS Tangsel, karena berkaca dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat, disebabkan karena kurangnya silahturahmi, selain itu budaya gotong royong dan musyawarah di zaman sekarang sudah terkikis seiring berjalannya waktu, BAMUS  Tangsel ini adalah sebuah peradaban baru era musyawarah yang diharapkan bisa menjadi pasilitator bagi masyarakat, khususnya di kota Tangerang Selatan, dengan berdasarkan pada semangat silahturahmi, gotong royong, dan musyawarah,” tambah Subari.

Dalam lingkungan keluarga Bang Barry adalah seorang yang sangat sayang terhadap keluarga, menurut Okta Dwi Rahmawati wanita yang dinikahi Subari pada tahun 2008 itu, Subari adalah sosok yang sangat menyayangi keluarganya, terutama Ibunya.

“Dia adalah sosok yang sangat sayang terhadap keluarganya, terutama ibunya, dia sangat perhatian terhadap istri dan anaknya, meski terkadang waktu buat keluarga sedikit berkurang saya sangat mengerti akan kesibukannya, meski begitu saya sangat bahagia sekali, setiap waktu bersama Bang Barry adalah momen-momen terindah dalam hidup saya,” ungkap Okta.

Mengakhiri perbincangan suaratangsel.com dengan Subari Martadinata, ia menyampaikan harapan dan keinginannya terhadap Kota Tangerang Selatan kedepan.

“Saya berharap kedepannya Tangerang Selatan bisa lebih maju lagi dalam semua sektor, harapan ini tidaklah hanya diupayakan oleh pemerintah saja, tapi semua masyarakat Tangsel harus kompak untuk bersama-sama memajukan Kota Tangerang Selatan,” pungkas Subari. (iBo)