Beranda PENDIDIKAN

Siswa SD Bersemangat Lestarikan Lingkungan Bersama Duta Keberlanjutan Henkel

62
0
Foto: Istimewa

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Apa cara yang lebih baik untuk menanamkan nilai keberlanjutan di masyarakat selain memperkenalkan aktivitas sederhana namun bermanfaat untuk melestarikan lingkungan? Dalam rangka menyebarkan pesan keberlanjutan kepada anak-anak, karyawan PT Henkel Indonesien (Henkel Indonesia) mengunjungi dua sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan, Banten untuk mengajarkan perilaku berkelanjutan bagi siswa kelas dua, tiga, dan empat yang dapat mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 120 siswa dari SDN Pondok Jaya 02 dan SDN Pondok Pucung 05 berpartisipasi dalam program kunjungan Duta Keberlanjutan Henkel yang diluncurkan oleh Henkel di Indonesia tahun 2014. Para siswa diajar oleh karyawan Henkel Indonesia yang bersertifikat sebagai Duta Keberlanjutan.

Melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif, termasuk aktivitas mewarnai dan pemutaran video, anak-anak belajar untuk memperhatikan penggunaan air dan listrik di rumah mereka. Materi pembelajaran juga mengenalkan anak-anak pada konsep ‘mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle),’ seperti mematikan lampu ketika mereka meninggalkan ruangan dan mematikan keran air ketika mereka tidak membutuhkannya.

“Kami salut atas upaya Henkel dalam mempromosikan keberlanjutan bagi masyarakat, terutama bagi para siswa. Di sekolah, anak-anak dapat belajar banyak hal untuk masa depan yang lebih baik. Kami percaya bahwa mengajarkan keberlanjutan sejak dini sangat penting untuk dilakukan,” ujar Bapak H.M Masyhud dari Dinas Pendidikan Tangerang Selatan.

Komitmen Henkel untuk keberlanjutan sudah berjalan sejak 142 tahun lalu, dimulai dari merancang proses produksi yang efisien, mengurangi penggunaan energi dan menciptakan kemasan yang berkelanjutan. Berkomitmen untuk memimpin dalam keberlanjutan, Henkel secara global telah melatih lebih dari 50.000 karyawan sebagai Duta Keberlanjutan dan telah menjangkau lebih dari 137.000 anak sekolah di 53 negara. Di Indonesia sendiri, Henkel telah memberikan pengajaran kepada lebih dari 1000 anak sekolah sejak 2014.

“Setiap individu termasuk anak-anak dapat membuat perbedaan dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan melalui kegiatan sehari-hari mereka,” kata Presiden Henkel Indonesia Lucky Lee. “Karyawan kami memainkan peran penting dalam menerapkan strategi keberlanjutan baik di tempat kerja maupun di komunitas lokal. Dengan dukungan yang kuat, kami ingin melanjutkan kerja sama kami dengan sekolah-sekolah yang berada di sekitar kantor dan pabrik kami di Indonesia.”

Partisipasi sosial perusahaan (corporate citizenship) telah menjadi bagian integral dari budaya Henkel sejak didirikan oleh Fritz Henkel pada tahun 1876. Perusahaan baru saja memperingati Hari Sukarelawan Internasional pada 5 Desember 2018, yang menyoroti dampak besar dari kontribusi individu dalam proyek sosial berbasis sukarela. Di bawah program inisiatif yang dinamakan MIT (“Make an Impact on Tomorrow“), Henkel telah mendukung karyawan dan para pensiunan dalam kegiatan kerelawanan mereka selama lebih dari 20 tahun. Secara total, perusahaan telah mendukung lebih dari 14.000 proyek amal di lebih dari 100 negara melalui yayasan “Fritz Henkel Stiftung”.

Foto: Istimewa

Tentang Henkel

Henkel beroperasi secara global dengan portofolio yang beragam dan seimbang. Perusahaan ini memimpin dengan tiga unit bisnisnya, baik dalam hal industri maupun bisnis, berkat kekuatan merek Henkel, inovasi, dan teknologinya. Henkel Adhesive Technologies adalah pemimpin global dalam pasar produk perekat – di semua segmen industri di seluruh dunia. Dalam bisnis Laundry & Home Care and Beauty Care, Henkel menempati posisi terkemuka di banyak pasar dan kategori di seluruh dunia. Didirikan pada 1876, Henkel telah mencatat keberhasilannya selama 140 tahun. Pada tahun 2017, penjualan Henkel mencapai 20 miliar euro (23,9 miliar dolar AS) dengan laba operasi yang disesuaian sebesar 3,5 miliar euro (4,1 miliar dolar AS). Tiga merek utama Henkel, yaitu Persil (deterjen), Schwarzkopf (perawatan rambut) dan Loctite (perekat) menyumbang penjualan lebih dari 6,4 miliar euro (sekitar 7,6 miliar dolar AS). Henkel mempekerjakan lebih dari 53.000 karyawan di seluruh dunia dengan latar belakang yang sangat beragam dan disatukan oleh budaya perusahaan yang kuat, serta tujuan bersama untuk mewujudkan nilai berkelanjutan. Sebagai perusahaan terdepan dalam hal keberlanjutan, Henkel menempati posisi teratas dalam berbagai indeks dan peringkat internasional. Saham Henkel tercatat di indeks saham Jerman, DAX.