Beranda BISNIS KOPERASI & UKM

Sinergitas Kemen PPPA Bersama Tokopedia Adakan Pelatihan Bisnis Online UMKM

373

Jakarta, SUARA TANGSEL – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berkolaborasi dengan salah satu dunia usaha yang bergerak di media daring, Tokopedia melaksanakan pelatihan Digitalisasi UMKM: “Mencapai Pemberdayaan: Langkah Memulai Bisnis Online Di Tokopedia.”

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi khususnya bagi perempuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui media daring, guna memulihkan perekonomian keluarga maupun perekonomian bangsa.

“Berdasarkan hasil survei Kemen PPPA kepada 2.073 pelaku industri rumahan (IR) di masa pandemi Covid-19, diketahui terdapat sekitar 1.180 pelaku IR mengalami penurunan penghasilan usaha. Hal ini secara tidak langsung turut mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di Indonesia,” tutur Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin pada acara pelatihan Digitalisasi UMKM: ‘Mencapai Pemberdayaan: Langkah Memulai Bisnis Online Di Tokopedia’ secara virtual, pada Selasa (7/9/2021).

Dalam keterangannya, Lenny mengatakan, dari hasil survei tersebut para pelaku IR juga mengharapkan bantuan baik berupa kestabilan harga bahan baku, maupun bantuan peningkatan kemampuan untuk memasarkan produknya secara online. Disinilah pentingnya pelatihan Digitalisasi UMKM antara Kemen PPPA dengan Tokopedia dilakukan.

“Kesetaraan yang menjadi cita-cita bangsa belum sepenuhnya tercapai. Masih terdapat kesenjangan dalam pemerataan proses pembangunan dan penerima hasil pembangunan yang menyebabkan perempuan sebagai salah satu kelompok rentan menjadi termarjinalkan,” ujarnya.

Lenny mengungkapkan jurang ketidaksetaraan gender tersebut, diperparah dengan adanya pandemi Covid-19. Pandemi ini turut mempengaruhi sektor ekonomi, terutama bagi perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro (IR) yang selama ini ikut menopang perekonomian keluarga.

“Padahal keterlibatan perempuan dalam pasar kerja dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan. Semakin banyak perempuan yang bekerja, menunjukkan semakin banyak perempuan yang produktif secara ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lenny menjelaskan. Ketahanan ekonomi perempuan juga merupakan hulu dari berbagai permasalahan yang terjadi pada perempuan. Jika perempuan berdaya secara ekonomi maka sangat berpeluang mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, perkawinan anak, pekerja anak, dan menciptakan anak sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas melalui pendidikan serta pengasuhan optimal bagi anak.

“Negara percaya akan potensi perempuan dan fokus untuk mengembangkannya melalui salah satu isu prioritas Kemen PPPA yang merupakan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender. Salah satu upaya untuk mengimplementasi arahan Presiden tersebut, Kemen PPPA bekerjasama dan berkolaborasi dengan Tokopedia melakukan program corporate social responsibility terkait pemberdayaan perempuan,” sebutnya.

Lenny juga menyampaikan, berdasarkan hasil diskusi World Economic Forum pada Januari 2020, menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dari kenaikan pendapatan suatu bangsa, yang akan menentukan kemajuan negara. Untuk itu, kerja-kerja pemberdayaan perempuan dalam ekonomi dan dukungan terhadap potensi kepemimpinan perempuan harus terus digelorakan, untuk mengantar semua pihak mencapai pembangunan yang setara, adil, dan sejahtera.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta, agar dapat menyimak, mengikuti, dan memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin sehingga bisa di implementasikan dengan optimal bersama Tokopedia. Tentunya diikuti dengan kerja keras dan semangat untuk maju. Saya sangat mengapreasiasi dengan adanya pelatihan digitalisasi UMKM ini. Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut untuk menjangkau seluruh perempuan pelaku UMKM yang ada di Indonesia. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju,” imbuhnya..

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, M. Hilmi Adrianto mengungkapkan, program pelatihan hasil kolaborasi Tokopedia bersama Kemen PPPA ini bertujuan membantu para perempuan UMKM untuk memulai bisnis mereka melalui tokopedia guna mewujudkan ekonomi inklusif bagi perempuan khususnya di masa pandemi Covid-19.

“Kami memiliki misi untuk terus bergerak membantu pemerataan ekonomi bangsa tanpa ada diskriminasi termasuk memberikan kesempatan bagi laki laki maupun perempuan untuk memulai usahanya. Inilah saat yang tepat memasuki ekosistem digital, sehingga banyak perempuan bisa membantu pemberdayaan ekonomi keluarga bahkan ekonomi bangsa,” terang Hilmi.

Pada acara ini, Senior Coorporate Social Responsibillity Tokopedia, Fardhan Ramzy turut menyampaikan materi pelatihan kepada para peserta, mulai dari materi terkait cara membuka toko online, tips memulai berjualan online, teknik cara memasukan produk di etalase toko online, dan tips mengembangkan toko online.

Pelatihan Digitalisasi UMKM: “Mencapai Pemberdayaan: Langkah Memulai Bisnis Online Di Tokopedia” dihadiri sejumlah 127 orang yang terdiri dari perwakilan perempuan pelaku industri rumahan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari 21 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Kemen PPPA dengan Tokopedia untuk menyinergikan program dan kegiatan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui partisipasi dunia usaha menggunakan media daring.

(*/fhm)