Beranda HUKUM & PERISTIWA

Sindikat Pemalsu SHM Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Tangsel

1521

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap sindikat pemalsu sertifikat tanah di wilayah hukum Kota Tangsel. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin pada konferensi pers, bertempat di Mapolres Kota Tangsel, pada Jum’at (29/10).

Kapolres Tangsel mengatakan, bahwa pihaknya masih mengejar salah satu pelaku yang diduga berperan aktif di dalam menerbitkan sertifikat palsu.

“Untuk sertifikat-sertifikat palsu yang sudah diterbitkan oleh pelaku, sebagian sudah kami amankan beserta dengan pelaku yang lainnya,” ujar Kapolres.

Adapun modus yang diperankan oleh para pelaku, yaitu dengan memberikan sertifikat aslinya yang kemudian untuk dijadikan jaminan di Bank, kemudian para pelaku membuat sertifikat yang palsu.

“Sertifikat palsu ini yang digunakan oleh para pelaku untuk meminjam uang, kemudian untuk dijual belikan, dan untuk yang lainnya,” jelasnya.

Total kerugian dalam peristiwa pemalsuan sertifikat ini, yaitu sebesar delapan ratus lima juta rupiah.

Menurut Kapolsek, kegiatan ini sudah dijalankan oleh para pelaku selama kurang lebih tiga bulan.

Kemudian target dari para pelaku adalah orang-orang yang sedang mencari tanah, baik itu dengan cara membeli, maupun dengan cara menerima gadean.

“Berdasarkan hasil keterangan dari petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang telah dimintai keterangan adalah 70 persen lebih, baik itu dari tata bahasa, kemudian bahan material sertifikat itu sendiri, 70 persen mempunyai kemiripan dengan sertifikat yang asli lainnya,” terangnya.

“Sementara ini kami baru mengamankan sertifikat yang palsunya,” tambahnya.

Kemudian untuk kasus ini, Polres Tangsel masih melakukan pendalaman dan diduga masih ada jaringan dengan kasus mafia tanah yang lainnya.

“Kami menduga bahwa kasus mafia tanah ini merupakan ada jaringan dengan kasus mafia tanah yang lainnya, kemudian untuk sertifikat palsu yang sudah disita oleh penyidik Polres Tangsel, yaitu berjumlah sepuluh buah sertifikat tanah,” terangnya.

Tidak hanya itu, Kapolres Kota Tangsel juga menghimbau kepada masyarakat, didalam melakukan jual beli pertanahan, khususnya, baiknya terlebih dahulu di cek alas hak yang ditawarkan. BPN telah memiliki program yang bisa untuk diakses masyarakat didalam melakukan pengecekan keaslian alas hak suatu sertifikat.

“Berhati-hatilah dalam membeli tanah, kemudian berhati-hati juga dalam menerima gadean,” himbaunya.

Dalam pengungkapan kasus mafia tanah, Polres Tangsel berhasil mengamankan lima tersangka, yakni MP, 45 tahun, L.C ,55 ,Y.I ,45 tahun, S.D,45 tahun, RM, 60 tahun, dari lima tersangka mempunyai peran yang sama dalam membuat SHM palsu.

Pelaku di kenakan Pasal 264 KUHP dan 263 ayat (1)dan ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1)KUHP dengan ancaman penjara paling lama 8 (delapan) tahun.

Mhd