Beranda HUKUM & PERISTIWA

Sengketa Lahan Antara PT. Bintaro Raya Vs Nenek Pemandi Jenazah Memasuki Babak Baru

1101
Hakim Serliwati, SH., dari PN Tangerang saat memimpin Sidang Pemeriksaan Setempat gugatan Nenek Eliyah atas PT. Jaya Real Property, Tbk (PT. Bintaro Raya), Jumat, 30/11/2018 Foto: Iskandar P Hadi

Pondok Aren, SUARA TANGSEL – Sengketa lahan seluas 1.300 meter persegi, di RT 02/01, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, antara PT. Jaya Real Property, Tbk (PT. Bintaro Raya) melawan Nenek Eliyah, memasuki babak baru. Kasusnya kini telah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang.

Pada Sidang Pemeriksaan Setempat, Jumat, 30/11/2018, di lokasi objek perkara, Kampung Jurang Mangu RT 02/01, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, menghadirkan penggugat, Nenek Eliyah, tergugat 1 dalam hal ini PT. Jaya Real Property, Tbk (PT. Bintaro Raya) yang dihadiri oleh Suyatno dan kuasa hukumnya, tergugat 2 dihadiri kuasa hukumnya Charles P Sihombing. Sidang dipimpin oleh Hakim Serliwati, SH., dari Pengadilan Negeri Tangerang, dan terbuka untuk umum.

Dalam persidangan Serliwati SH., menyatakan bahwa, sidang hari ini adalah mencocokkan posisi objek perkara, batas-batas kiri-kanan, depan-belakang. “Kita samakan persepsi atas objek perkara jangan sampai terjadi misspersepsi,” kata Hakim Serliwati, yang diamini oleh peserta sidang.

Sidang dilanjutkan dilaksanakan hari Rabu, 5/12/2018, di Pengadilan Tangerang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penggugat. Dalam pada itu, Hakim Serliwati berpesan agar saksi-saksi yang diajukan penggugat bisa hadir tepat waktu, karena kasus ini berpacu dengan kasus pidananya.

Usai Sidang Pemeriksaan Setempat, Nenek Aliyah, kepada awak media yang hadir, menyatakan kelegaannya. Ia berharap kasus ini dapat selesai dengan seadil-adilnya. “Saya hanya mencari keadilan dan mempertahankan hak warisan orang tua saya, apabila pihak Bintaro Raya memang mempunyai bukti maka saat ini juga saya akan berikan tanah tersebut, tapi kalau tidak mempunyai data dan alat bukti yang kuat atas peralihan dan perolehan tanah tersebut maka demi keadilan saya akan terus berjuang dan mempertahankan hak saya menempuh jalur hukum sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku di negeri ini.”

Sementara itu, Suyatno yang juga hadir bersama kuasa hukum PT. Jaya Real Property, Tbk (PT. Bintaro Raya), enggan berkomentar, demikian halnya dengan kuasa hukum tergugat 2, Charles P Sihombing, enggan berkomentar.