Beranda TOPIK UTAMA POLITIK

Rizal Bawazier: Tidak sulit tangani masalah tenaga kerja di Tangerang Selatan

154
Rizal Bawazier, Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan, periode 2020-2024. Foto: Istimewa

Tangsel, SUARA TANGSEL – Pada masa pandemi Covid-19, angkatan kerja di beberapa daerah termasuk di Kota Tangerang Selatan menghadapi situasi yang buruk. Minimnya lapangan pekerjaan karena bursa kerja yang juga sangat minim menyebabkan angkatan kerja yang terus meningkat menjadi tidak produktif alias menganggur.

Banyak angkatan kerja yang pada umumnya memiliki kemampuan dan keahlian mulai melirik pada pekerjaan informal atau serabutan. Di antara mereka tidak sedikit yang kemudian memilih menjadi petani atau pekerjaan lain yang tidak sesuai dengan keahliannya, seperti menjadi pedagang asongan dan lain sebagainya.

Rizal Bawazier, pengusaha sukses asal Lengkong Kiai Serpong, Kota Tangerang Selatan menyatakan mampu membangun Kota Tangerang Selatan dalam 3 tahun. Pengusaha yang juga Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan, siap ciptakan 50.000 lapangan pekerjaan pertahun, melalui  Skill Development Centre (SDC), tambahnya.

“Tentu ini akan terealisasi jika saya terpilih menjadi Walikota Tangerang Selatan. Tiga tahun kerja, hingga 2024 adalah waktu yang cukup untuk membangun Kota Tangerang Selatan, termasuk untuk menyediakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Memang tidak mudah dan tidak sedikit yang merasa pesimis, apakah mungkin dapat tercapai? Namun Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan yang kabarnya akan diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kembali menegaskan, “Memang benar, karena salah satu masalah utama yang diharapkan warga Tangerang Selatan adalah masalah tenaga kerja.”

Namun dengan Skill Development Centre (SDC) yang siap dikembangkannya, kami optimis dapat mengatasi masalah tenaga kerja di Kota Tangerang Selatan, tegas Rizal.

”Salah satu target dalam visi dan misi saya adalah terciptanya 50.000 Lapangan Kerja Baru dan 10.000 Wirausahawan Baru. Caranya, dengan membangun 10 Skill Development Center (SDC) disetiap kecamatan, dan itu sudah saya pelajari hanya perlu diterapkan serius dan harus dengan dana APBD Tangsel tentunya,” paparnya.

SDC ini bukan balai latihan kerja (BLK), kalau BLK calon tenaga kerja dilepas untuk cari kerja sendiri, di SDC, calon tenaga kerja akan dicarikan kerja oleh Pemkot Tangsel.

Dalam visi misi kami, Pemkot Tangerang Selatan membuat 10 SDC di setiap kecamatan. Dari 7 kecamatan, akan ada 70 SDC di Kota Tangerang Selatan. Tiap SDC mampu menampung 200 orang dalam 3 bulan untuk dilatih. Berarti 1 tahun mampu  menampung 800 orang dan jika dikalkulasikan dengan 70 SDC maka akan mencapai hampir 50,000 orang pertahun akan terserap sebagai tenaga kerja baru warga Tangsel yang tersalurkan.

Masih menurutnya, SDC adalah tempat pelatihan kerja untuk beberapa bidang dan juga penyaluran kerja. Pimpinan SDC bersama Pemkot Tangerang Selatan akan melibatkan seluruh pengusaha di Tangerang Selatan dan daerah sekitar Tangerang Selatan, untuk bekerjasama dalam penyaluran tenaga kerja hasil pelatihan SDC.

“Dalam pelatihan SDC ditekankan pula  pendidikan agama untuk menumbuhkan perilaku yang baik, sehingga mereka akan bekerja bertanggung-jawab,” pungkasnya.

Penulis: Iskandar P Hadi