Beranda PROFIL

Ratu Chumairoh Noor Akan Terus Perjuangkan Tangsel Sebagai Kota Ramah Anak dan Perempuan

159
Ratu Chumairoh Noor
Ratu Chumairoh Noor

Pamulang, SUARA TANGSEL —  Ratu Chumairoh Noor, anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel),  saat Pemilu Legislatif 2014 lalu, sebagaimana dikutip INDOLEADER.COM, (13/05/2014) berjanji akan memperjuangkan kota Tangsel sebagai kota ramah anak dan perempuan.

“Akan terus saya perjuangkan Tangsel sebagai kota ramah anak dan perempuan,”kata Wakil Ketua DPC PPP Kota Tangsel ini,  saat diminta pendapatnya tentang maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan akhir-akhir ini.

Ia pun menambahkan bahwa, ia akan mendesak  DPRD dan Pemkot Tangsel untuk secepatnya mengeluarkan Perda Khusus yang melindungi hak-hak anak dan perempuan. “Anak dan perempuan adalah warga masyarakat yang lemah, mereka harus dilindungi dari ancaman kekerasan, baik itu di dalam rumah, maupun di luar rumah, dan atau di tempat-tempat umum, misalnya di terminal, jalan raya dan lain-lainnya.. Meski sudah ada UU yang mengatur tentang perlindungan anak dan perempuan, tapi Perda Khusus tersebut dibutuhkan untuk memperkuat  keberadaan UU tersebut”, ujar Alumni Institut Jerman – Indonesia, sekarang UNIKOM Bandung,  Jawa Barat ini.

“Anak harus dijamin keberlansungan pendidikannya, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah dengan alasan orang tuanya tidak punya biaya”, tegas Anggpta Komis I DPRD Kota Tangsel ini.

Chomairoh, yang  sering disapa Te Uum ini bertekad, akan mendorong pemerintah  membuat program-program khusus tentang pemberdayaan kaum perempuan di kota Tangsel, khususnya mereka yang keseharian berkerja disektor infomal. “Perempuan itu harus diberdayakan biar pintar, kalau mereka pintar anak mereka juga akan cerdas, pintar, dan keluarganya juga akan bahagia, juga sejahtera”, tutur putri kelima H. Noo Illahy dan Hj. Pipin  Rohayati Noor .

“Saya akan bersikap tegas, dan berjuang sekuat tenaga untuk kepentingan masyarakat Tangsel, khususnya untuk kepentingan anak-anak dan perempuan, agar mereka merasa nyaman di kota ini”, kata Alumni MAN 4 Jakarta.

Sementara itu, terkait dengan Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April setiap tahunnya itu, Chumairoh, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (24/04) lalu, berpendapat bahwa apa yang dirasakan perempuan Indonesia saat ini, tidak bisa lepas dari peran serta dan perjuangan Raden Ajdeng Kartini yang telah berhasil mengangkat harkat dan martabat kamu perempuan Indonesia sejajar dengan kaum laki-laki dalam tugas dan perannya diberbagai bidang, tanpa harus melupakan kodratnya.

“Lewat pemikiran Kartini dalam  bukunya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ itu perempuan Indonesia kini bisa jadi presiden,seperti Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Walikota, seperti Airin Rachmi Diany, Walikota Tangerang Selatan, dan Anggota Dewan (DPRD) seperti saya dan profesi prestisius lainnya yang selama ini didominasi kaum lelaki.” Jelasnya.

Menurut Anggota DPRD Kota Tangsel Dapil VI  ini, Kartini merupakan bagian dari sejarah panjang perjuang perjuangan kaum perempuan Indonesia yang patut untuk dikenang serta dikagumi. Hari Kartini tetap menjadi hari yang istimewa untuk kaum perempuan Indonesia. Karena Kartini adalah sosok inspiratif yang telah menginspirasi perempuan Indonesia hingga saat ini.

“Kartini  tak hanya menjadi sosok pejuang bagi perempuan  Indonesia di eranya Kartini saat itu, tapi ia telah  menjadi pahlawan bagi para kaum perempuan  sepanjang masa,” ujarnya.

Anggota Komisi I di DPRD Kota Tangsel ini pun menegaskan, bahwa Kartini masa kini adalah sosok Kartini yang  bisa juga memberikan inspirasi bagi kaumnya di lingkungan sekitarnya, di mana ia berada. “Perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Sebab, perempuan saat ini telah mampu membuktikan dirinya bahwa mereka bisa berperan aktif disegala lini kehidupan, ekonomi, politik, hukum, dan pertahanan keamanan” tandasnya.

Ia pun mengakhiri perbincangannya bersama SUARA TANGSEL,  dengan tak lupa mengucapkan “Selamat Hari Kartini bagi Perempuan Indonesia,” pungkas perempuan yang lahir 37 tahun lalu ini.[] ris

 

Editor / Redaktur :  Ridwan Saleh