Home / HUKUM & PERISTIWA / Raker II Forum Dzurriyat Kesultanan Banten
H. Tubagus Imanudin Ketua Dewan Pimpian Agung Dzuriat Kesultanan Banten (tengah) didampingi Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel Azhar Samun, dan tokoh SDKB lainnya Foto: Nurhayati

Raker II Forum Dzurriyat Kesultanan Banten

Serpong, SUARA TANGSEL – Rapat Kerja II Forum Dzurriyat Kesultanan Banten (FDKB) mengambil tema,   ‘Bangkit, Kompak, Akur’ Optimalisasi Potensi Dzurriyat Kesultanan Banten Menuju Indonesia Yang Bermartabat   digelar selenggarakan di sebuah Ball Room Maulana Hasanudin Marlyn Hotel Serpong Tangerang Selatan, Sabtu, 5-05-2018

Forum yang dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Tangerang Selatan  Azhar Syam’Un mewakili Walikota Tangsel  dan para Tokoh Keturunan Kesultanan Banten, berjalan dengan penuh kekeluargaan dan kekompakan antar sesama keturunan kesultanan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat Suci Alquran, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mars (SDKB). Panitia Raker SDKB Ke II juga memperkenalkan dan menampilkan kesenian budaya seni tari, seni bela diri perguruan Paku Banten, juga memperkenalkan Senjata Andalan Daerah Betawi.

Tubagus Imanudin Ketua Dewan Pimpian Agung Dzuriat Kesultanan Banten Keturunan Kesembilan (9) dari Sultan Agung Tirtayasa menjelaskan, Raker II SDKB diselenggarakan bertujuan mengoptimalisasikan Potensi Dzurriyat Kesultanan Banten   Menuju Indonesia yang Bermartabat.

Foto: Nurhayati

Zhuriat Indonesia berkumpul di 15 DPW yang diantaranya Palembang, Manado Sulawesi Utara, Lampung, Jawa Barat, bBanten, dan DKI. Sedangkan potensi Dzuriat sendiri,  terkait dengan Repitalisasi Kesultanan Banten dan  pemberdayaan  ekonomi kreatif untuk para Dzuriat, mempererat  ukhuwah diantara para dzuriat seluruh indonesia dalam rangka mencari database silsilah keturunan Sultan Maulana Hasanudin Banten.

Raker kali ini adalah yang kedua yg pertama di Serang, dan juga raker kali ini sekaligus meresmikan sebuah ruang ballroom yang diberi nama ‘Maulana Hasanudin’ tempat terselenggaranya acara ini, sambungnya.

Ditambahkan oleh H. Tubagus A Abbas Wasee SH., Selaku Ketua Lembaga Pemangku Adat Banten, hikmah yang utama silaturrahmi semakin kuat, bahwa kita adalah Dzuriat Kesultanan Banten harus membuat sesuatau yang fakta  karena darah Dzuriat Kesultanan Banten itu darah para pejuang bukan pengecut, jelasnya.

Sementara itu, pemilik Merlyn Hotel Serpong Tangerang Selatan  Robert sirait, merasa bangga dan mengganggap suatu kehormatan besar baginya  dimana hotel miliknya disematkan Nama Besar Tokoh Kesultanan Banten yakni ‘Maulana Hasanudin’ di salah satu ballroom Lantai UG Merlyn Hotel Serpong Tangerang.

Bagaimana tidak, sambungnya, selama ini saya sudah melanglang buana khusunya di Banten, saya belajar sejarah, karena Banten itu luar biasa, banyak sejarah Banten yang kita lewati, mari kita angkat Kearifan Lokal  karena Sultan sudah tidak hanya milik Banten melainkan nasional, dan beliau sudah diberi gelar Pahlawan Nasional. (Nurhayati)

Check Also

Kosgoro Harapkan Kebesaran Hati Pilot Garuda Batalkan Mogok

Jakarta, SUARA TANGSEL – Gerakan Mahasiswa Kosgoro menyayangkan rencana mogok massal para pilot Garuda yang ...

suaratangsel.com