Beranda SUARA WARGA

Posisi Geografis Kota Tangsel, Sebabkan Kota ini Rentan Covid-19

192
Uten Sutendi, Presiden Tangsel Club (TC) Foto: Istimewa

SERPONG, Suaratangsel.com – Posisi geografis Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berdekatan dengan Bandara Internasional Suta yang merupakan pintu gerbang nasional maupun internasional menyebabkan Tangsel rentan terpapar Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Uten Sutendi, Presiden Tangsel Club kepada Suaratangsel.com melalui sambungan WA.

Menurut Uten, kondisi Tangsel yang rentan Covid-19 disebabkan oleh banyak faktor. Pertama, posisi Tangsel yang berdekatan dengan Jakarta dan sebagian besar warganya bekerja di Jakarta.

Kedua, Tangsel juga dekat dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta yang merupakan Pintu Gerbang Internasional maupun nasional, sudah barang tentu banyak masyarakat daerah maupun masyarakat internasional yang bersinggungan dengan masyarakat Tangsel. Sebagian pilot, pramugari dan staf pegawai dari air port dan maskapai penerbangan tinggal di wilayah Tangsel.

Faktor lain adalah sebagian warga Tangsel high level job yang bekerja sebagai profesional di luar negeri.

Itu sebabnya, dibandingkan dengan kota dan daerah lain di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat, Kota Tangsel sangat rentan menjadi tempat mewabahnya virus ganas covig 19.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan kondisi pada hari ini. “Update terkini Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, Rabu, 25/3/2020, orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 202 orang, sementara Pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 89 orng, terkonfirmasi Cofid-19 15, dan meninggal 4 orang.”

Tapi saya khawatir ada jumlah korban yang meninggal dan  tersuspect lebih besar lagi dibalik data yang dipublikasikan pemerintah kota, sambung Uten.

Oleh karena itu, saya berharap pemerintah kota bisa melakukan terobosan lebih berani di luar cara-cara berfikir dan tindakan biasa untuk mengajak warga bekerja sama menghadapi wabah.

Beberapa hal yang bisa dilakukan Pemerintah Tangsel. Pertama, pastikan anggaran yang cukup untuk belanja masker dan cairan disinspektan sebanyak mungkin. Kedua, pastikan semua jajaran pemerintah sampai ke tingiat RT RW harus aktif melakukan gerakan  tindakan stay at home. Ketiga, pastikan kapan seluruh wilayah dan ruang ruang publik bisa disemprot dengan diinspektan. Keempat, buat pusat informasi dan pengaduan seputar Corona yang benar benar aktif. Membuat laporan secara intensif setiap hari ke pubkik melalui  jumpa pers dan sosialisasi di medsos. Kelima, lakukan atau buat laporan se-transparan mungkin, jangan ada sedikitpun yang ditutupi dengan alasan apapun.

Jika Pemerintah Tangsel melakukan ini, sy berkeyakinan tangsel bisa keluar dari masalah corona virus ini, pungkasnya.

Penulis Iskandar P Hadi