Beranda HUKUM & PERISTIWA

Polres Metro Jakarta Pusat Berhasil Ungkap Peredaran Gelap 310 Kg Narkotika Jenis Sabu Jaringan Internasional

533

Jakarta, SUARA TANGSEL – Kepolisian Republik Indonesia dari Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap jaringan internasional pengedar narkotika jenis shabu di DKI Jakarta. Jumlah narkoba jenis shabu yang diamankan tidak main-main yakni 310 Kilogram.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dalam konferensi pers yang digelar di Hotel N1, Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengatakan. Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil menangkap 2 orang yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, katanya, Selasa (11/5/2021) pukul. 20.06 wib.

Lebih lanjut Fadil menerangkan bahwa kedua tersangka ini ditangkap di Desa Rawa kalong, Gunung Sindur, Jawa Barat, pada Sabtu 8 Mei 2021 lalu, sekitar pukul 22.00 Wib.

“Sekitar jam 10 malam, bertempat di Desa Rawa kalong, Gunung Sindur, Jawa Barat, telah ditangkap dua orang tersangka atas nama NR dan HK. Semuanya berdomisili di Jakarta saat dilakukan penangkapan,” kata Fadil.

Saat ditangkap, lanjut Fadil, kedua tersangka mengendarai sebuah mobil Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi B 9418 CCD. Kedua tersangka ini sudah dicurigai melakukan beberapa transaksi narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Yang sangat mengejutkan adalah ketika kendaraan tersebut digeledah, ditemukan barang bukti narkoba yang jumlahnya cukup banyak, yakni 310 kilogram narkotika jenis shabu. Ini adalah sebuah tangkapan terbanyak yang dilakukan oleh satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat sampai dengan saat ini,” ujarnya.

“Kita apresiasi Kapolres Jakarta Pusat akan prestasi yang spektakuler ini,” tambahnya.

Dia menjelaskan, jaringan narkoba ini dikendalikan antar Negara yang diproduksi atau pabriknya di Timur Tengah (Timteng) tepatnya di Iran. Kemudian dikendalikan oleh kelompok sindikat narkotika dari Nigeria untuk beroperasi di Indonesia.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengakui, bahwa narkotika tersebut berasal dari Hotel N 1.

“Pada saat anggota melakukan penggeledahan di sini (hotel N 1) juga ditemukan tersangka dan barang bukti lain, walaupun tidak ada kaitannya dengan kedua tersangka yang ditangkap awal,” ungkap Irjen Pol Fadil Imran.

Fahmy